Kilas Balik Liga Champions Asia 2004: Persik yang Fenomenal Disusupi Mafia

18 Oktober 2020, 16:36 WIB
Penulis: Sumargo Pangestu
Editor: Abdul Susila
Cover Kilas Balik Klub Indonesia pada Liga Champions Asia /Grafis Yusuf/Skor.id

SKOR.id - Pada 2014, Indonesia mengirim dua wakil untuk tampil dalam kompetisi terelite Benua Asia, Liga Champions Asia, yakni PSM+Makassar'>PSM Makassar dan Persik Kediri.

PSM dan Persik mewakili Indonesia dalam ajang kontinental prestisius ini seusai meriah hasil memuaskan dalam kompetisi domestik, Liga Indonesia 2003.

Macan Putih, julukan Persik, menjadi juara kompetisi, sedangkan Juku Eja, julukan PSM, sebagai runner-up Liga Indonesia 2003.

Sayangnya, penampilan Persik dan PSM sebagai representasi sepak bola Indonesia di pentas Asia, tampil mengecewakan dan jadi bulan-bulanan lawan.

Keduanya, sama-sama tak mampu bersaing pada fase penyisihan grup. Persik menghuni peringatkat ketiga Grup G dan PSM jadi juru kunci Grup F.

Bagaimanakah kisah perjuangan dua wakil Indonesia tersebut dalam Liga Champions Asia 2004? Berikut ini rangkuman kisah yang dirangkum Skor.id.  

Persik Kediri 

Saat tampil dalam Liga Champions Asia 2004, Persik ditagani Jaya Hartono. Persik tergabung di Grup G bersama Seongnam IIhwa Chunma, Yokohama F Marinos, dan Binh Dinh.

Walau berstatus jawara Liga Indonesia 2003, tim dengan warna kostum ungu ini tak mampu mengaum layaknya macam. Persik hanya tampil layaknya kucing garong.

Dari enam pertandingan yang dilakoni, Persik hanya meraih empat poin, hasil satu kemenangan dan satu hasil imbang atas wakil Vietnam, Binh Dinh.

Dalam laga pembuka babak grup, menjamu tim asal Korea Selatan, Seongnam Ilhwa Chunma, di kandang, Persik takluk dengan skor 1-2, pada 11 Februari 2004.

Berikutnya pada 24 Februari 2004, tandang ke Jepang, menghadapi Yokohama F Marinos. Tak tanggung-tanggung, Persik dilibas dengan skor 0-4.

Setelah itu manahan Binh Dinh dengan skor 2-2 di Vietnam, dan lantas meraih kemenangan perdana saat menjamu Binh Dinh dengan skor 1-0.

Rupanya, kemenangan dan imbang lawan Binh Dinh jadi yang terakhir. Pasalnya, Hamka Hamzah dan kawan-kawan menelan dua kekalahan beruntun.

Hamka Hamzah resmi berpisah dengan Arema FC pada Jumat, 3 Januari 2020.
Hamka Hamzah resmi berpisah dengan Arema FC pada Jumat, 3 Januari 2020. (Ady Sesotya/Skor.id)

Saat tandang ke Korea Selatan, ke markas Seongnam, tim fenomenal Indonesia karena jadi juara liga pada musim pertamanya promosi, dilibas dengan skor 0-15.

Kekalahan itu dirasa sangat janggal. Bahkan, ada yang menyebut ada permainan bandar. Dalam hal ini Persik diyakini disusupi mafia sepak bola untuk mengatur skor.

Pasalnya, klub yang diperkuat pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, ini mengejar target untuk lolos fase grup. Mereka sangat butuh banyak gol untuk lolos grup.

Pada pertai terakhir, Persik takluk 1-4 dari Yokohama. Pencapaian buruk tersebut membuat Persik finis diperingkat ketiga klasemen Grup G, di atas Binh Dinh.

PSM Makassar 

PSM Makassar tergabung di Grup F Liga Champions Asia 2004, bersama Dlian Shide (Cina), Hoang Anh Gia Lai (Vietnam), dan Krung Tahi Bank (Thailand).

Pasukan Ramang, julukan PSM, saat itu ditangani Miroslav Janu. Walau diarsiteki pelatih asing, PSM finis sebagai juru kunci atau peringkat keempat grup G.

Sejatinya, jika melihat komposisi pemain PSM kala itu, sangat diyakini tim asal Mattoanging ini bisa bersaing dengan klub dari Cina, Vietnam, dan Thailand.

Cristian Gonzales merayakan golnya ke gawang lawan saat membela Persik Kediri dalam Indonesia Super League 2008-2009.
Cristian Gonzales merayakan golnya ke gawang lawan saat membela Persik Kediri dalam Indonesia Super League 2008-2009. Topskor.id

Beberapa pemain PSM saat itu antara lain, Charis Yulianto, Abanda Herman, Ponaryo Astaman, Syamsul Chaeruddin, Ronald Fagundez, dan Cristian Gonzalez.

Namun, PSM tak mampu bersaing. Pada tiga laga awal langsung menelan kekalahan. PSM kalah dari Hoang Anh Gia Lai (1-5), Krung Thai (2-3), dan Dalain Shin (0-1).

Seperti tim Indonesia lainnya yang jago kandang, PSM hanya meraih kemenangan saat laga tandang, saat menjamu Hoang Anh Gia Lai (3-0) dan Krung Thai (2-1).

Adapun laga terakhir PSM dalam Liga Champions Asia 2004 berakhir dengan catatan rapor merah. PSM Makassar Kalah dari Dalian Shide dengan skor 1-2.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Baca Juga Berita Liga Champions Asia Lainnya: 

Liga Champions Asia 2020, Qatar Gantikan Malaysia untuk Laga Zona Timur

Kilas Balik Liga Champions Asia 2002-2003: Petrokimia Putra dan Persita Memilukan

Indonesia Nol, Jatah Vietnam pada Liga Champions Asia 2021 Tambah Satu 

 

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Bola Nasional

Minggu, 28 Juni 2020

Catatan Gemilang Indonesia di Aga Khan Gold Cup, Cikal Bakal Liga Champions Asia

Indonesia tercatat 12 kali mengikuti Aga Khan Gold Cup di Dhaka, Bangladesh (Pakistan Timur)

Bola Nasional

Rabu, 5 Agustus 2020

Jatah Indonesia di Liga Champions Asia pada 2021 dan 2022 Diambil Myanmar

Pada 2021 dan 2022 wakil Indonesia tak akan tampil dalam Liga Champions Asia karena diambil Myanmar.

Liga 1

Minggu, 13 September 2020

Yunus Nusi Pastikan Klub Liga 1 Kehilangan Jatah Bermain di Liga Champions Asia 2021

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunis Nusi membenarkan bahwa klub Liga 1 tidak memiliki jatah untuk bermain di Liga Champions Asia 2021.

Bola Internasional

Kamis, 24 September 2020

Gegara Covid-19, Al Hilal Gagal Pertahankan Gelar Juara Liga Champions Asia

AFC mengeliminasi Al Hilal dari Liga Champions Asia karena kuota tim di bawah persyaratan.

Terbaru

Timnas Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2020

Tiba di Jakarta, Begini Kondisi Kesehatan Pemain Timnas U-19 Indonesia

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menyambut gembira kedatangan skuad timnas U-19 Indonesia.

Liga 1

Selasa, 27 Oktober 2020

Lima Pemain PSIS Semarang Ikut Seleksi Garuda Select III

Lima pemain muda PSIS Semarang dipanggil untuk mengikuti seleksi Garuda Select jilid III.

Liga 1

Selasa, 27 Oktober 2020

Robert Alberts Bakal Liburkan Pemain Persib, Besok Latihan Terakhir

Persib Bandung akan meliburkan skuad seperti kontestan Liga 1 lainnya.

Liga 1

Selasa, 27 Oktober 2020

Supardi dan Made Wirawan, Dua Veteran yang Tersisa dari Skuad Juara Persib

Supardi Nasir dan I Made Wirawan menjadi dua pemain dari tim juara Persib Bandung yang masih setia hingga saat ini.

Liga 1

Selasa, 27 Oktober 2020

Persib Bandung Tak Perlu Seleksi untuk Rekrut Pemain Timnas U-19 Indonesia

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, menceritakan proses di balik perekrutan pemain timnas U-19 Indonesia.

Bola Nasional

Selasa, 27 Oktober 2020

Perjalanan Karier Egy Maulana Vikri Diangkat Jadi Film Serial

Pesepak bola muda berbakat asal Indonesia, Egy Maulana Vikri, diangkat ke dalam film serial.

Liga 1

Selasa, 27 Oktober 2020

Cerita Kiper Persib Bandung saat Beralih Profesi Menjadi Guru

Kiper Persib Bandung, I Made Wirawan, memiliki aktivitas khusus di luar profesinya sebagai pemain sepak bola.

Liga 1

Selasa, 27 Oktober 2020

Ketidakjelasan Liga 1 2020 Merugikan, Bek Borneo FC Nilai Hak Pemain Diabaikan

Ketidakjelasan lanjutan Liga 1 dianggap berpengaruh pada perkembangan dan prestasi pemain.

Liga 1

Selasa, 27 Oktober 2020

Persib Justru Latihan Intensitas Tinggi saat Banyak Klub Pilih Bubarkan Tim

Persib Bandung terus gas latihan mereka pada saat sejumlah klub membubarkan para pemain dari latihan.

Liga 1

Selasa, 27 Oktober 2020

Tim Pelatih Madura United Ingin Pemainnya Jaga Profesionalisme Saat Libur

Pelatih Fisik Madura United, Sansan Pur, mengatakan para pemain harus menjaga kondisi dengan baik selama diliburkan.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

Sepak Pojok

X