Kenangan Indriyanto Nugroho, Dihujani Duit Cepek Sepulang dari Italia

27 Juni 2020, 18:00 WIB
Penulis: Sri Nugroho
Editor: Estu Santoso
Indriyanto Nugroho saat mengunjungi bekas markas suporter Pasoepati di Kota Solo, Jumat (26/6/2020). /Sri Nugroho/Skor.id

SKOR.id - Arseto sebagai pemilik Nugroho Indriyanto akhirnya melepas lelaki dengan sapaan Nunung ke Pelita Jaya dengan transfer yang menghebohkan, yakni sebesar Rp100 alias seratus perak atau cepek.

 

Saat itu, Nunung menceritakan bahwa setiap bermain di luar kandang, selalu dilempari koin Rp100 oleh penonton

Namun, semua itu mewarnai perjalanan karier sosok Indriyanto Nugroho. Apalagi, hal itu sempat menjadi pusat perhatian publik sepak bola nasional.

Polemik ini muncul ketika Arseto Solo dan Pelita Jaya kala itu sama-sama bersemangat untuk memakai jasa pemain ini.

Indriyanto Nugroho kembali ke Indonesia pada 1995 dari Italia setelah berguru dalam program PSSI Primavera.

Kala itu, Arseto Solo mengklaim adalah pemilik sah Indriyanto Nugroho. Ini karena Indriyanto tercatat sebagai pemain dari Diklat Arseto sebelum ke Italia.

Baca Juga: Sinyal Liga 3 Bakal Digelar Bulan Oktober atau November 

Akhirnya, polemik Arseto dan Pelita Jaya ini berujung damai di Sekretariat PSSI pada Maret 1996.

Hasilnya adalah Arseto melepas Nunung ke Pelita Jaya dengan transfer yang menghebohkan yakni sebesar Rp 100 alias seratus perak!! 

Momen inilah yang kemudian menjadi salah satu yang paing dikenang oleh Nunung selama karier profesional yang dimulainya pada usia 19 tahun, kala itu.

“Yang paling saya ingat adalah bagaimana saya setiap bermain di luar kandang, selalu dilempari koin Rp100 oleh penonton," ujar Nunung, Jumat (26/6/2020).

"Ini selalu berulang pada setiap laga yang saya jalani. Di Medan, Padang, hingga Bandung, saya selalu dihujani koin Rp100,” katanya saat ditemui Skor.id di bekas markas suporter Pasoepati di Solo.

Baca Juga: Liga Indonesia Segera Pakai VAR, Begini Penjelasan Dirut PT LIB 

Meski mengaku syok dengan kasus transfer cepek itu, Nunung mengaku ini adalah bagian kisah masa lalunya yang justru membuatnya lebih terlecut membuktikan kualitasnya.

"Orang tua, keluarga, hingga rekan sesama pemain termasuk para pesepak bola senior kala itu terus memberikan semangat pada saya," kata Nunung.

Indriyanto Nugroho dan Charis Yulianto (kanan), dua eks-pemain timnas Indonesia saat menjalani kursus kepelatihan lisensi B AFC pada 2017.
Indriyanto Nugroho dan Charis Yulianto (kanan), dua eks-pemain timnas Indonesia saat menjalani kursus kepelatihan lisensi B AFC pada 2017. (Facebook Indriyanto Nugroho)

"Ini yang membuat saya makin kuat dan akhirnya dapat membuktikan lewat kemampuan yang ada,” ucap pemain kelahiran Sukoharjo ini.

Nunung mengakui bahwa pengalaman itu membuatnya belajar untuk makin kuat menjalani hadangan dengan tidak mudah.

"Saya berjuang keras selama dua tahun untuk keluar dari tekanan akibat kondisi kala itu hingga akhirnya berhasil," ujar Nunung.

"Namun terus terang saja sampai sekarang juga, saya masih terngiang hal itu,” tuturnya sambil tertawa.

 

 

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Timnas Indonesia

Rabu, 22 April 2020

Ini Best Eleven PSSI Primavera Versi Indriyanto Nugroho

Jauh sebelum ada program Garuda Select, PSSI juga pernah menjalankan program pembinaan pemain junior di Eropa, tepatnya di Italia.

Bola Nasional

Rabu, 13 Mei 2020

Kisah Supriyono: Didikan Primavera, Dilupakan Persib, dan Kegelisahannya

Nyaris terlupakan. Begitulah nasib mantan pemain Primavera Indonesia ini dalam khazanah sepak bola Bandung.

Bola Nasional

Minggu, 17 Mei 2020

Menpora Berharap Garuda Select Tak Bernasib Seperti Program Primavera

Menpora berharap program Garuda Select tidak mengalami nasib seperti program Primavera.

Terbaru

Nusantara

Jumat, 22 Januari 2021

Egy Maulana Vikri Kembali Tampil, Lechia Gdansk Menang Lagi

Egy Maulana Vikri kembali jadi bagian kemenangan uji coba Lechia Gdansk pada Jumat (22/1/2021) malam WIB.

Liga 1

Jumat, 22 Januari 2021

Bos Bali United Terima Pembatalan Liga 1 2020 dengan Lapang Dada

Chief Excecutive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri, berbicara tentang dibatalkannya Liga 1 2020.

Liga 1

Jumat, 22 Januari 2021

Arema FC: Indonesia Ditertawakan Negara Lain jika Liga 1 2021 Tanpa Degradasi

Manajemen Arema FC berbicara tetang Liga 1 20201 tanpa degradasi.

Nusantara

Jumat, 22 Januari 2021

Kiprah Andik Ardiansyah: Filosofi Sabar dalam Melatih saat ''Dipaksa'' Kenyataan Jadi Pelatih

Timnas U-22 Indonesia yang berlaga di Asian Games 2006 punya satu striker bagus atas nama Andik Ardiansyah.

Bola Nasional

Jumat, 22 Januari 2021

Respons Wonderkid Persib soal Dihentikannya Liga 1 2020

Gelandang Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, menilai kompetisi musim 2020 memang sudah tidak ideal untuk dilanjutkan.

Liga 1

Jumat, 22 Januari 2021

PSIS Semarang Resmi Kantongi Izin Pemprov Jateng untuk Gunakan Stadion Jatidiri

PSIS Semarang mendapat lampu hijau untuk menggunakan Stadion Jatidiri dari Pemprov Jawa Tengah.

Liga 1

Jumat, 22 Januari 2021

Liga 1 2020 Dibatalkan, Persita Belum Mau Membicarakan Kontrak Pemain

´╗┐Persita Tangerang belum mau beromentar terkait kontrak pemain, menyusul dibatalkannya Liga 1 2020.

Bola Nasional

Jumat, 22 Januari 2021

Tingkat Pencahayaan Stadion Gelora Bung Tomo Melebihi Standar FIFA

Pascamengalami renovasi, kapasitas pencahayaan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, dipastikan telah memenuhi standar FIFA.

Liga 1

Jumat, 22 Januari 2021

5 Fakta FK Sutjeska Niksic yang Meminati Beckham Putra: Klub Papan Atas Montenegro

Skor.id membeberkan fakta menarik FK Sutjeska Niksic, klub Montenegro yang meminati jasa Beckham Putra.

Nusantara

Jumat, 22 Januari 2021

Apresiasi Firman Utina untuk Agenda Pengembangan Pelatih dari Persija Development

Hampir sepekan ini, Persija Development menggelar workshop untuk para pelatih sekolah sepak bola (SSB) dan Firman Utina ikut serta.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X