Jejak Sejarah Arseto Solo, Tembus Semifinal Liga Champions Asia

24 April 2020, 17:50 WIB
Penulis: Sri Nugroho
Editor: Abdul Susila
Agung Setyabudi, mantan pemain timnas Indonesia dan Arseto Solo, beraksi dalam sebuah kelgiatan sepak bola di Solo pada 2019. /Sri Nugroho/Skor.id

  • Arseto Solo pernah menjadi raja di Indonesia, Asia Tenggara, dan disegani di pentas Asia.
  • Sebelum menjadi Arseto Solo, klub milik anak Presiden kedua RI ini berbasis di Jakarta.
  • Pada 1998, saat kerusuhan Mei yang dikenal gerakan reformasi, Arseto Solo bubar.

SKOR.id - Bicara perkembangan sepak bola Indonesia, tak bisa dilepaskan dengan sepak terjang klub bernama Arseto Solo. Klub yang melegenda di era 1980-1990.

Klub yang lahir pada tahun 1978 ini adalah tim kebanggaan wong Solo saat itu, yang berkandang di Stadion Sriwedari.

Dari kabar yang beredar, nama Arseto memiliki dua kemungkinan asal muasal. Pertama berasal dari nama tokoh wayang, Aryo Seto.

Baca Juga: Sutiono Lamso, Sang Penentu Juara Persib pada Final Liga Indonesia 1994-1995

Kedua nama Arseto ini adalah singkatan dari nama Ari Sigit Seoharto yang tak lain adalah putra dari Sigid Harjoyudanto, anak Presiden kedua RI, Soeharto.

Arseto tidak langsung berkandang di Solo melainkan di Jakarta. Tim biru langit ini baru pindah ke Solo setelah Soeharto mencanangkan Haornas di Sriwedari.

Berbicara prestasi, Arseto punya sederet catatan emas yang patut dibanggakan, baik di pentas lokal maupun pentas internasional.

Mulai jadi juara invitasi Perserikatan Galatama 1987, juara Galatama 1992, hingga juara antarklub ASEAN 1993, adalah bukti kehebatan Arseto.

Diluar itu, ada prestasi lainnya yag bisa dibanggakan di level Asia. Sebagai juara kompetisi yang diakui PSSI sebagai ajang profesional, Galatama 1992.

Arseto pun mewakili Indonesia di Liga Champions Asia 1992-1993. Lawannya klub asal Brunei Darussalam pada fase penyisihan.

Berhadapan dengan Kota Rangers FC, Arseto menang dengan selisih gol 3-2, sehingga lolos ke babak selanjutnya.

Pada fase berikutnya, Arseto Solo kembali ditantang wakil ASEAN lainnya, yaitu klub Thailand, Thai Farmers Bank.

Pada laga pertama, Arseto kalah 0-2. Namun pada leg kedua, Arseto membalikkan keadaan dengan menang lewat skor 3-0 dan unggul agregat 3-2.

Ini yang kemudian membuat Arseto lolos ke fase grup semifinal Liga Champions Asia. Saat itu, total ada tujuh tim tersisa yang dibagi menjadi dua grup.

Dalam Fase grup, Arseto Solo sederet klub elit dari Jepang, Yomiuri FC, klub Arab Saudi, Al–Shabab, dan klub Bahrain, Muharraq Club. 

Akhirnya, Arseto tak mampu bersaing lebih tinggi lagi dan gugur di fase ini. Jangan lupakan pula bahwa dari Arseto Solo, lahir setumpuk pemain berkualitas.

Mulai dari Ricky Yacob, Sudirman, Eddy Harto, Nasrul Koto, Eduard Tjong, Rocky Putiray, I Komang Putra hingga Agung Setyabudi.

Baca Juga: Nasib Mes Arseto Solo, Kawah Candradimuka yang Kini Terbengkalai

Sayangnya, kiprah Arseto Solo tak berlangsung lama. Pada tahun 1998, klub ini akhirnya dibubarkan menyusul terjadinya kerusuhan massa kala itu.

Tercatat laga terakhir yang mereka jalani adalah laga lawan Pelita Jaya yang juga menjadi salah satu tim elite di era Galatama.

 

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Bola Nasional

Sabtu, 11 April 2020

Deretan Bek Tengah Persija Selama Era Liga Indonesia (1994-2019)

Persija adalah magnet bagi pesepek bola nasional. Dari Persija, nama pemain bisa terangkat atau malah sebaliknya terbanting.

Liga 1

Sabtu, 11 April 2020

4 Pemain Asing yang Pencapaiannya Kontradiktif di Liga Indonesia

Jacksen Ferreira Tiago jadi contoh sukses pesepak bola asing yang meraih gelar juara sebagai pemain juga meraih trofi sebagai pelatih.

Bola Nasional

Jumat, 17 April 2020

Sejarah Buruk Liga Indonesia, dari 81 sampai 107 Kali Kebobolan

Sepak bola tak hanya berkisah soal juara, top scorer, juga fanatisme suporter. Sepak bola juga tentang kekalahan dan kebobolan.

Liga 1

Selasa, 21 April 2020

Yudi Guntara: Perserikatan Kompetisi Kekeluargaan, Liga Indonesia Lebih Menantang

Menurut legenda Persib Bandung, Yudi Guntara, Liga Indonesia panas atmosfernya, sementara Perserikatan kental kekeluargaannya.

Terbaru

Nusantara

Jumat, 22 Januari 2021

Egy Maulana Vikri Kembali Tampil, Lechia Gdansk Menang Lagi

Egy Maulana Vikri kembali jadi bagian kemenangan uji coba Lechia Gdansk pada Jumat (22/1/2021) malam WIB.

Liga 1

Jumat, 22 Januari 2021

Bos Bali United Terima Pembatalan Liga 1 2020 dengan Lapang Dada

Chief Excecutive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri, berbicara tentang dibatalkannya Liga 1 2020.

Liga 1

Jumat, 22 Januari 2021

Arema FC: Indonesia Ditertawakan Negara Lain jika Liga 1 2021 Tanpa Degradasi

Manajemen Arema FC berbicara tetang Liga 1 20201 tanpa degradasi.

Nusantara

Jumat, 22 Januari 2021

Kiprah Andik Ardiansyah: Filosofi Sabar dalam Melatih saat ''Dipaksa'' Kenyataan Jadi Pelatih

Timnas U-22 Indonesia yang berlaga di Asian Games 2006 punya satu striker bagus atas nama Andik Ardiansyah.

Bola Nasional

Jumat, 22 Januari 2021

Respons Wonderkid Persib soal Dihentikannya Liga 1 2020

Gelandang Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, menilai kompetisi musim 2020 memang sudah tidak ideal untuk dilanjutkan.

Liga 1

Jumat, 22 Januari 2021

PSIS Semarang Resmi Kantongi Izin Pemprov Jateng untuk Gunakan Stadion Jatidiri

PSIS Semarang mendapat lampu hijau untuk menggunakan Stadion Jatidiri dari Pemprov Jawa Tengah.

Liga 1

Jumat, 22 Januari 2021

Liga 1 2020 Dibatalkan, Persita Belum Mau Membicarakan Kontrak Pemain

´╗┐Persita Tangerang belum mau beromentar terkait kontrak pemain, menyusul dibatalkannya Liga 1 2020.

Bola Nasional

Jumat, 22 Januari 2021

Tingkat Pencahayaan Stadion Gelora Bung Tomo Melebihi Standar FIFA

Pascamengalami renovasi, kapasitas pencahayaan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, dipastikan telah memenuhi standar FIFA.

Liga 1

Jumat, 22 Januari 2021

5 Fakta FK Sutjeska Niksic yang Meminati Beckham Putra: Klub Papan Atas Montenegro

Skor.id membeberkan fakta menarik FK Sutjeska Niksic, klub Montenegro yang meminati jasa Beckham Putra.

Nusantara

Jumat, 22 Januari 2021

Apresiasi Firman Utina untuk Agenda Pengembangan Pelatih dari Persija Development

Hampir sepekan ini, Persija Development menggelar workshop untuk para pelatih sekolah sepak bola (SSB) dan Firman Utina ikut serta.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X