Dari Tak Digaji PSIM Yogyakarta Yoyok Sugeng Jadi Pebisnis Sukses

11 Juli 2020, 14:40 WIB
Penulis: Noval Luthfianto
Editor: Abdul Susila
Muhammad Anshori atau Yoyok Sugeng, mantan bek PSIM Yogyakarta dan Arema Malang kini menjalankan bisnis sebagai pembudidaya dan perawat rumput lapangan sepak bola.
Muhammad Anshori atau Yoyok Sugeng, mantan bek PSIM Yogyakarta dan Arema Malang kini menjalankan bisnis sebagai pembudidaya dan perawat rumput lapangan sepak bola. /Dok. Muhammad Anshori

  • Muhammad Anshori atau lebih dikenal dengan nama Yoyok Sugeng, merupakan mantan pemain PSIM Yogyakarta.
  • Gara-gara tiga bulan tak digaji PSIM pada musim 1997-1998, bermodal nekad Yoyok Sugeng tekuni bisnis konveksi.
  • Yoyok Sugeng tekuni bisnis lapangan, seperti pembibitan dan penanaman rumput sebagai bakti untuk sepak bola. 

SKOR.id - Tak banyak, bahkan hanya segelintir mantan pesepak bola yang tetap berkibar kehidupan ekonominya selepas gantung sepatu.

Salah satunya adalah Muhammad Anshori atau yang lebih dikenal dengan nama Yoyok Sugeng, bek serba bisa bertipikal "werkudoro" pada era 1990-an.

Yoyok Sugeng pernah membala Niac Mitra (1989-1991), Assyabaab (1989-1991), Perkesa Mataram (1991-1992), Arema Malang (1992-1994), dan PSIM Yogyakarta (1998).

Kini, kiprahnya di dunia bisnis realatif dikenal di kalangan klub dan sektor dunia olahraga Tanah Air. Dari rumput hijau ke rumput hijau.

Demikian lelaki kelahiran Jombang, 22 November 1965 yang lama berdomisili di Lawang, Kabupaten Malang itu menyebut filosofi hidupnya.

Karier dan rezeki, seluruhnya ia jalani dan dapatkan dari rumput hijau alias sepak bola, baik saat masih aktif bermain (1982-1998) maupun wirausahanya hingga saat ini.

“Alhamdulillah hingga saat ini rezeki saya tidak jauh dari rumput hijau. Masih berurusan dengan sepak bola," kata Yoyok Sugeng kepada Skor.id.

"Meski dulu hanya ada gaji sebagai pemain yang tak seberapa, jangan bandingkan gaji pemain dulu dengan sekarang, ibarat langit dan bumi," ia menambahkan.

Wirausahanya itu bermula pada 1998. Sejatinya Yoyok belum berniat pensiun atau gantung sepatu, tetapi kondisi dan situasi saat itu memaksanya banting karier.

"Saat kompetisi Ligina 1997-1998 dihentikan saya membela PSIM. Saat itu kondisinya pemain belum gajian tiga bulan," Yoyok mengisahkan.

"Satu-persatu pemain pulang. Tinggal saya sendiri di mes pemain. Mau pulang ke Malang uang pas-pasan. Itu sampai seminggu di mes setelah kompetisi berhenti," katanya.

Pemain Niac Mitra saat bertanding di Surabaya dalam laga Galatama era 1980-an.
Pemain Niac Mitra saat bertanding di Surabaya dalam laga Galatama era 1980-an. Dok. Zein Alhaddad

Karena tak punya uang, Yoyok hanya bisa makan nasi dengan lauk mie instans. "Ya makan seadanya. Mie instans campur nasi setiap pagi, siang, dan malam,” ujar Yoyok.

Tak dinyana, di tengah kegalauan tidak mempunyai pekerjaan dan gaji tak kunjung turun, Yoyok bertemu dengan penjual peralatan olahraga.

Pedagang peralatan olahraga seperti bola, sepatu, dan kaos itu datang dari Bandung yang kebetulan mampir ke mes pemain PSIM.

Berawal dari sebatas membantu menjualkan di seputaran Yogkarta, dia justru diserahi tugas memasarkan sekaligus membawa semua produk peralatan olahraga.

”Saat itu saya lagi bengong di mes PSIM, sampai datang orang yang menujual peralatan olahraga. Dia malah ajak saya membantu menjualkan di Yogyakarta," Yoyok bercerita.

"Belum ada seminggu ternyata kok saya malah diajak untuk menjadi mitra bisnis. Saat itu orang dari Bandung memberi kepercayaan," ia menambahkan. 

Orang Bandung tersebut percaya sepenuhnya kepada Yoyok saat kembali ke Bandung. Yoyok diserahi semua dagangannya, yang harganya mencapai Rp50 juta. 

Pemain, pelatih, dan ofisial PSIM Yogyakarta saat berziarah ke makam raja-raja Mataram di Imogiri, Kabupaten Bantul pada 5 Maret 2020.
Pemain, pelatih, dan ofisial PSIM Yogyakarta saat berziarah ke makam raja-raja Mataram di Imogiri, Kabupaten Bantul pada 5 Maret 2020.

"Sejak itu saya tekad bulat gantung sepatu dan memulai bisnis peralatan olahraga dengan nol rupiah, hanya kepercayaan orang itu,” ucap Yoyok.

Ia akhirnya memutuskan pulang ke Malang pada akhir 1998 dan mulai mengembangkan bisnis konveksi peralatan olah raga kecil-kecilan.

Hanya setahun dia akui bisa mengembalikan Rp50 juta ke orang Bandung yang memmberinya kepercayaan berbisnis.

Kini, 22 tahun setelah menekuni bisnis peralatan olahraga, Yoyok bersama sang istri, Jamillah, memiliki dua outlet distro di Yogyakarta dan Malang.

Saat ini, produk bisnis konveksinya seperti sepatu olahraga, bola sepak bola dan futsal, jersi, jaket, tas sport dan lain-lain merambah pasar nasional.

Namun, Yoyok tak puas dengan satu bidang bisnis saja. Sejak 2009 ia mulai merambah bisnis penggarapan rumput lapangan sepak bola.

Lapangan Lestarindo Soccerfield Training Camp di Pusporenggo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali saat difoto Sabtu, 4 Juli 2020.
Lapangan Lestarindo Soccerfield Training Camp di Pusporenggo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali saat difoto Sabtu, 4 Juli 2020. Sri Nugroho/Skor.id

Sederet lapangan sepak bola di Tanah Air merupakan hasil garapannya, mulai dari pengolahan tanah, pembibitan, penumbuhan, hingga perawatan.

Beberapa di antaranya adalah lapangan milik SSB Villa 2000 Jakarta, Lapangan Pocari Sweet di Pasuruan, Lapangan Akademi Arema, dan Lapangan Universitas Negeri Malang.

Lantas Lapangan Perseru Serui, Lapangan ASIFA Malang, Stadion Marilonga Ende (NTT), Stadion Merangen Jambi, juga Stadion Kampar Bangkinang Riau.

“Soal rumput saya belajar otodidak dari buku atau Youtube, serta berguru ke seorang profesor pakar rumput, Prof Achsan," kata Yoyok.

"Kebetulan semua jenis bibit rumput saya punya, mulai dari jenis rumput Manila atau Zoysia Matrella, Bermuda atau Cynodon Dactylon, dan Axonopus Compressus," ujarnya.

Semua jenis yang ia sebutkan itu merupakan rumput kelas dunia. Menariknya, semua bibit rumput ia dapatkan dari Wajak di pelosok Kabupaten Malang.

"Tapi jika pemesan ingin rumput produk impor, ya, saya akan sediakan juga, seperti jenis rumput Bermuda grass, zoyciagrass, dan carpetgrass," ucap Yoyok. 

Lapangan Tumpal Sinaga Akademi Tiga Naga
Lapangan Tumpal Sinaga Akademi Tiga Naga

"Untuk bisnis rumput lapangan semua pengerjaannya dilakukan karyawan saya, dan kini saya sebatas konsultannya atau memantau proses finishing,” ia mengimbuhkan.

Menurut Yoyok, konveksinya setiap bulan bisa berpenghasilan bersih Rp20 juta dan dari bisnis rumput tergantung pemesanan penanaman rumput lapangan.

Namun, dia menyebut, untuk kontrak penggarapan rumput lapangan disesuaikan jenis rumput dan luasnya. Kisarannya termurah Rp600 juta dan termahal Rp2 miliar.

”Jadi tugas saya menyediakan bibit rumput, menanam bibit, atau memasang bibit hingga perawatan sampai rumput siap pakai," ucap Yoyok.

"Proses itu butuh waktu lima bulan. Alhamdulillah, bahasanya saya bisa mendapat hasil bersih 20 persen dari nilai kotal kontrak," Yoyok Sugeng menambahkan.

Walau tak seperti kebanyakan rekannya yang setelah gantung sepatu merintis karier sebagai pelatih sepak bola, usahanya tak jauh dari sepak bola. 

Lewat wirausahanya ini pula Yoyok Sugeng ingin berkontribusi ke sepak bola Indonesia: menyediakan lapangan sepak bola yang berkualitas.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Baca Juga Berita PSIM Lainnya:  

PSIM Yogyakarta Segera Renegosiasi Kontrak Pemain dan Pelatih

PSIM Yogyakarta Salurkan Donasi Portable Hand Washer di Kawasan Malioboro

Striker PSIM Yogyakarta Mulai ke Masjid dengan Protokol Kesehatan Ketat

Tag

Video

Berita Terkait

Liga 2

Minggu, 31 Mei 2020

Bek PSIM Yogyakarta Korban Tabrak Lari Tinggalkan Rumah Sakit

Bek PSIM Yogyakarta, Risman Maidullah sudah diperkenankan pulang dari rumah sakit per Senin (1/6/2020).

Liga 2

Selasa, 2 Juni 2020

Dua Keinginan PSIM Yogyakarta Dikabulkan PSSI dalam Rapat Virtual

PSIM Yogyakarta menyambut gembira rencana Liga 2 2020 kembali digulirkan pada Oktober.

Liga 2

Rabu, 3 Juni 2020

Promosi Berkurang, PSIM Yogyakarta Usul Liga 2 Diatur Ulang

CEO PSIM Yogyakarta, Bambang Susanto, mengusulkan Liga 2 musim ini diatur ulang untuk menjaga nilai fairness.

Liga 2

Senin, 8 Juni 2020

Bos PSIM Sambut Positif Panduan Protokol Kesehatan PSSI

PSIM Yogyakarta menanggapi positif protokol kesehatan yang sudah diluncurkan PSSI.

Terbaru

Liga 2

Minggu, 26 September 2021

Liga 2 2021: Jadwal, Hasil dan Klasemen

Berikut ini Skor.id menyajikan jadwal, hasil, dan klasemen Liga 2 2021.

Liga 2

Minggu, 26 September 2021

Hasil PSCS Cilacap vs PSIM Yogyakarta: Hiu Selatan Menang via Gol Anak Pelatihnya

PSCS Cilacap menang atas PSIM Yogyakarta pada laga pertama mereka di Liga 2 2021, Minggu (26/9/2021) malam.

Liga 2

Minggu, 26 September 2021

Liga 2 2021 Tetap Bergulir meski Sejumlah Klub Masih Menunggak Gaji Pemain

Dimulainya kompetisi Liga 2 2021 masih diiringi dengan sengketa penunggakan gaji pemain yang belum juga diselesaikan oleh sejumlah klub kontestan.

Liga 2

Minggu, 26 September 2021

Prediksi Liga 2 2021 Grup B: Persekat vs Badak Lampung FC dan PSKC vs Perserang

Pertarungan pekan pertama Grup B Liga 2 2021 akan dimulai pada Senin (27/9/2021) di Stadion Madya, Komplek Gelora Bung Karno

Liga 2

Minggu, 26 September 2021

Hasil Persis Solo vs PSG Pati: Menang, Awal Istimewa Laskar Sambernyawa

Ini sekaligus membuktikan bahwa Persis memiliki ambisi promosi ke Liga 1

Liga 1

Minggu, 26 September 2021

Prediksi PSM Makassar vs Barito Putera: Laskar Antasari Lihat Peluang Kalahkan Juku Eja

Berikut ini Skor.id menyuguhkan preview laga pekan kelima Liga 1 2021-2022 antara PSM Makassar melawan Barito Putera.

Liga 2

Minggu, 26 September 2021

Link Live Streaming Liga 2 Hari Ini: Adu Gengsi Persis Solo dan PSG Pati

Link live streaming dua laga perdana Liga 2 2021 dari Grup C antara Persis Solo vs AHHA PS Pati, lanjut PSCS Cilacap vs PSIM Yogyakarta

Liga 2

Minggu, 26 September 2021

Prediksi Laga Tersisa Pekan Pertama Liga 2 2021 Grup C: Persijap-Hizbul Wathan Cari Bekal

Pertandingan pekan pertama Grup C Liga 2 2021 akan mempertemukan Persijap Jepara melawan Hizbul Wathan FC, Senin (27/9/2021).

Liga 1

Minggu, 26 September 2021

Prediksi Tira Persikabo vs Persib: Maung Bandung Diiringi Masalah

Berikut ini prediksi pertandingan pekan keempat Liga 1 2021-2022 antara Tira Persikabo melawan Persib Bandung.

Liga 1

Minggu, 26 September 2021

Best XI Pekan Keempat Liga 1 2021-2022: Pemain Lokal dan Asing Berimbang

Berikut ini best XI pekan ketiga Liga 1 2021-2022 versi Skor.id.
X