Dananjaya dan Kisah 50 Dolar AS saat Arseto Solo Tembus Perempat Final Antarklub Asia

20 Juni 2021, 17:10 WIB
Penulis: Estu Santoso
Editor: Estu Santoso
Cover Dananjaya, yang sukses membawa Arseto Solo menembus perempat final Asian Club Championship 1992-1993.
Cover Dananjaya, yang sukses membawa Arseto Solo menembus perempat final Asian Club Championship 1992-1993. /Grafis: Dede S Mauladi/Skor.id

SKOR.id - Indonesia kehilangan salah satu pelatih terbaiknya atas nama Dananjaya akhir pekan ini, dia arsitek Arseto Solo saat menembus perempat final Liga Champions Asia era lawas.

Asian Club Championship adalah nama lama Liga Champions Asia dan wakil Indonesia ada yang sering bersinar di ajang antarklub kasta teratas Benua Biru ini.

Jika Kramayudha Tiga Berlian menembus posisi tiga besar dan Pelita Jaya masuk empat besar, Arseto Solo lolos sampai perempat final.

Pada Asian Club Championship 1992-1993, Arseto Solo menjadi wakil Indonesia setelah menjuarai Galatama 1992.

Kala itu, Arseto Solo dilatih Dananjaya dan dibantu dua asistennya, Puspanaden serta Hartono Ruslan.

Datang dari kota kecil, Surakarta, Arseto Solo mampu bicara banyak minimal sampai level ASEAN.

Zulkarnaen Jamil adalah salah satu pemain Arseto Solo pada era itu bercerita lengkap soal kiprah tim yang dibelanya plus peran besar tangan dingin Dananjaya.

"Saya datang setelah Arseto Solo juara Galatama 1992. Saya dan 10 pemain muda dari PSSI Garuda II gabung lalu main di antarklub Asia," ujar Zulkarnaen Jamil kepada Skor.id pada Minggu (20/6/2021) sore.

"Pada saat itu, Arseto Solo harus berbagi dengan timnas Indonesia yang bertanding di Pra-Piala Dunia 1994."

"Akhirnya, Bang Dananjaya hanya bisa mengandalkan sejumlah pemain senior tersisa dan kami para pilar muda eks-PSSI Garuda II," ucapnya.

Namun, Zulkarnaen Jamil dan kolega tampil cukup memukai sepanjang tiga putaran awal Asian Club Championship 1992-1993 dengan lawan klub-klub sesama dari Asia Tenggara.

Pertama, Arseto menang atas Hai Quan asal Vietnam dengan skor agregat 3-2. Uniknya, kemenangan penentu terjadi pada leg kedua dengan skor 3-2 terjadi di markas lawan.

Zulkarnaen Jamil, pengusaha asal Aceh yang merupakan penyerang Arseto Solo di Asian Club Championship 1992-1993.
Zulkarnaen Jamil, pengusaha asal Aceh yang merupakan penyerang Arseto Solo di Asian Club Championship 1992-1993. Facebook.com/zulkarnain.jamil

"Sebelum laga itu, Bang Dananjaya memanggil saya dan kami bicara empat mata," ujar Zulkarnaen Jamil.

"Beliau lalu bilang ke saya: Zul, kalau kamu cetak gol, "ada" nech buat kamu."

"Sebagai pemain muda, ini pemicu semangat yang cukup bagus karena saya merasa sangat dihargai," tuturnya.

Akhirnya, satu gol dicetak Zulkarnaen Jamil dan kantong lelaki asal Aceh ini berisi uang bonus khusus dari Dananjaya.

Ya, Zulkarnaen Jamil mengatakan, saat itu nominal bonus yang diberikan berupa uang dolar Amerika Serikat (AS).

"Jumlahnya, saya ingat saat itu beliau memberikan 50 dolar. Saya senang bukan main," tutur Zulkarnaen dengan bangga.

Lalu pada laga berikutnya, Arseto Solo bersua wakil Brunei Darussalam, Kota Ranger FC dan menang agregat 3-2.

Saat pertemuan pertama di Solo, Arseto hanya main imbang dengan skor 1-1. Gol tunggal tuan rumah dicetak Zulkarnaen Jamil.

Kemudian pada leg kedua di Bandar Seri Begawan, Arseto menang 2-1 dan salah satu gol mereka sumbangan Zulkarnaen Jamil.

Maka, Zulkarnaen Jamil pun menerima lagi 50 dolar AS dari sang pelatih yang baru saja berpulang itu.

Logo Asian Club Championship dan AFC Champions League.
Logo Asian Club Championship dan AFC Champions League. Dok. AFC

Sayang, Arseto Solo kontra wakil Thailand, Thai Farmers Bank, dan menang agregat 3-2, lelaki yang kini jadi pengusaha dan berusia 49 tahun itu absen cetak gol.

Hanya saja, peran Dananjaya pada laga ini diakui Zulkarnaen Jamil jadi kunci penting Arseto Solo sukse membalikkan keadaan.

Leg pertama di Bangkok, Arseto kalah 0-2. Artinya, kans mereka lolos berat harus menang 3-0 dan ternyata terjadi saat main di Solo.

"Kami main lepas saja, Bang Danan hanya bilang agar kami memaksimalkan semua yang ada dan disiplin," ucap Zulkarnaen Jamil.

"Hasilnya luar biasa, kami menang 3-0. Padahal saat itu, Thai Farmers Bank itu salah satu yang paling kuat di Asia Tenggara dan cukup disegani di Asia."

Selepas menang lawan Thai Farmers Bank, Arseto Solo jadi wakil Asia Tenggara ke perempat final Asian Club Championship musim itu yang dipusatkan di Bahrain.

Gabung Grup A dengan Yomiuri FC (Jepang), Al Shabab (Arab Saudi), dan Muharraq Club (Bahrain), Arseto Solo gagal total.

Mereka kalah dengan skor identik 0-3 dari ketiga pesaingnya dan gagal melaju ke semifinal.

"Tetapi, kami saja yang tak pakai pemain asing kala itu sehingga mampu mengimbanginya saat babak pertama saja," ujar Zulkarnaen Jamil yang selama kariernya hanya membela Arseto Solo dan Petrokimia Putra ini.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Baca juga Berita soal Pemain Asing Liga Indonesia lainnya:

8 Pemain Asing Liga Indonesia asal Australia Seri 3

8 Pemain Asing Liga Indonesia asal Australia Seri 2

8 Pemain Asing Liga Indonesia asal Australia Seri 1

 

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Bola Nasional

Kamis, 2 April 2020

Nasib Mes Arseto Solo, Kawah Candradimuka yang Kini Terbengkalai

Arseto Solo adalah salah satu tim legendaris era Galatama.

Bola Nasional

Jumat, 24 April 2020

Jejak Sejarah Arseto Solo, Tembus Semifinal Liga Champions Asia

Bicara perkembangan sepak bola Indonesia, tak bisa dilepaskan dengan sepak terjang klub bernama Arseto Solo.

Bola Nasional

Senin, 4 Mei 2020

KIsah Arseto FC, Penguasa Jakarta yang Mati Karena Reformasi

Setelah 17 musim berkiprah dalam kompetisi Galatama 1979-1994 dan Liga Indonesia 1994-1998, Arseto umumkan kematiannya.

Bola Nasional

Sabtu, 16 Mei 2020

Legenda Persis, Arseto, dan Sriwijaya FC Ngabuburit dengan Main Bola

Wajah semringah terpancar dari sosok Kas Hartadi, mantan pelatih Sriwijaya FC saat juara Liga Indonesia 2011-2012.

Terbaru

Nusantara

Sabtu, 31 Juli 2021

Total Sports, Apparel asli Klaten yang Punya Misi Khusus Bersama Sejumlah Klub Liga 3

Pertumbuhan industri apparel lokal Indonesia cukup signifikan dan Total Sports asal Klaten salah satu "pemain" yang punya konsep menarik

Nusantara

Sabtu, 31 Juli 2021

Bagus Kahfi Pascadebut dengan Jong Utrecht Ungkapkan Satu Hal Penting

Pemain Indonesia, Amiruddin Bagus Kahfi telah merasakan tampil bermain dengan seragam Jong Utrecht dari kasta kedua Liga Belanda

Nusantara

Sabtu, 31 Juli 2021

Pasoepati Football Academy Beri Beasiswa Bocah Yatim Piatu Korban Covid-19

Pasoepati Football Academy yang berkedudukan di Sukoharjo, Jawa Tengah peduli pada Ananda Azhar Al Ghifari Putra.

Nusantara

Jumat, 30 Juli 2021

Kiprah: Berti Tutuarima, Penyumbang Perak SEA Games 1979 yang Suka Membina Pemain U-10

Pemain timnas Indonesia era akhir 1970-an sampai 1986 yang menyumbang perak dari sepak bola SEA Games 1979, Berti Tutuarima

Nusantara

Jumat, 30 Juli 2021

Bagus Kahfi Merasakan Laga Pertama untuk Jong Utrecht Pascasetahun Absen Main

Jong Utrecht menelan kekalahan dalam uji coba terbaru dan pemain asal Indonesia, Bagus Kahfi bermain sejak babak kedua jalan

Nusantara

Kamis, 29 Juli 2021

Kurniawan Dwi Yulianto Tak Puas seusai Sabah FC Selamat Secara Dramatis

Pelatih kepala Sabah FC Kurniawan Dwi Yulianto mengaku tidak puas dengan penampilan anak didiknya

Nusantara

Rabu, 28 Juli 2021

Mengenal Finger Tape, Pengganti Sarung Tangan untuk Kiper Futsal

Berikut ini Skor.id mengulas soal penggunaan sarung tangan pada kiper futsal yang diganti dengan finger tape.

Nusantara

Selasa, 27 Juli 2021

Keren, Ini Potret Syahrian Abimanyu dengan Mobil Mewah Aston Martin

Syahrian Abimanyu, pemain asal Indonesia, menjadi model produsen mobil mewah, Aston Martin.

Nusantara

Senin, 26 Juli 2021

5 Fakta CP Villarrobledo, Klub Baru Khairul Imam Zakiri di Spanyol

Skor.id menyajikan lima hal menarik soal CP Villarrobledo, klub baru Khairul Imam Zakiri di Spanyol.

Nusantara

Senin, 26 Juli 2021

Resmi Gabung Klub Spanyol, Eks Pemain Timnas U-19 Indonesia Bukan Nama Asing bagi Penggemar

Eks-pemain timnas U-19 Indonesia, Khairul Imam Zakiri bergabung dengan klub kasta kelima Liga Spanyol, CP Villarrobledo.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X