5 Pelatih Indonesia yang Layak Berkarier Bersama Klub Luar Negeri

16 Januari 2021, 17:40 WIB
Penulis: Adif Setiyoko
Editor: Estu Santoso
Seto Nurdiyantoro tersenyum semringah, dalam suatu kesempatan saat melatih PSS Sleman pada 2019. /Sri Nugroho/Skor.id

  • Tak banyak pelatih lokal Tanah Air yang saat ini atau sempat berkarier di luar negeri.
  • Skor.id mencoba merangkum daftar lima pelatih Indonesia yang layak berkarier di luar negeri.
  • Selain karena pengalaman dan prestasi, pelatih-pelatih tersebut juga telah mengantongi lisensi AFC Pro sejak beberapa tahun lalu.

SKOR.id – Sampai saat ini, tak banyak pelatih Indonesia yang bekerja untuk menangani klub luar negeri.

Setidaknya, hanya ada Kurniawan Dwi Yulianto yang berstatus sebagai pelatih kepala sekarang. 

Eks-striker andalan timnas Indonesia itu kini bekerja untuk klub Liga Super Malaysia, Sabah FA.

Sebelumnya pada 2016, Rahmad Darmawan menangani T-Team FC atau kini bernama Terengganu FC II.

Lalu ada, Yance Matmey melatih klub Timor Leste Lalenok United FC pada 2019.

Sementara itu, pelatih lain hanya berstatus sebagai asisten atau pelatih kiper di luar negeri.

Mereka adalah Sofie Imam Faizal yang membantu Kurniawan pada musim lalu, dan Nanang Hidayat yang menjadi pelatih kiper Lalenok United FC sampai akhir 2020.

Sejatinya, Indonesia memiliki banyak pelatih yang berkualitas. Beberapa di antaranya pun telah mengantongi lisensi kepelatihan AFC Pro.

Sertifikat ini bisa menjadi modal besar bagi juru taktik tersebut untuk membuktikan kualitasnya di kompetisi luar negeri.

Setidaknya pada 2019, PSSI berhasil meluluskan 20 pelatih saat menggelar kursus AFC Pro yang telah digelar sejak tahun 2018.

Sementara itu, pada Maret 2020, PSSI kembali menggelar kursus serupa. Kali ini diikuti 22 pelatih, dengan rincian 19 pelatih lokal dan sisanya pelatih luar negeri.

Karena lisensi AFC Pro kini menjadi salah satu syarat untuk melatih di berbagai kompetisi sepak bola di Asia, maka itu sebetulnya membuka peluang bagi juru taktik lokal untuk mencoba peruntungan.

Berikut Skor.id merangkum daftar lima pelatih Indonesia yang layak untuk mencoba peruntungan berkarier di luar negeri:

1. Seto Nurdiyantoro

Seto Nurdiyantoro tersenyum semringah, dalam suatu kesempatan saat melatih PSS Sleman pada 2019.
Seto Nurdiyantoro tersenyum semringah, dalam suatu kesempatan saat melatih PSS Sleman pada 2019. Sri Nugroho

Pelatih kelahiran Kalasan, Kabupaten Sleman, ini menjadi semakin mendapat sorotan saat sukses membawa PSS Sleman promosi ke Liga 1 2019.

Hal itu setelah anak asuh Seto Nurdiyantoro berhasil menjadi juara Liga 2 2018. Semusim berikutnya, tim Elang Jawa juga terbilang impresif di bawah arahan Seto.

Meski berstatus tim promosi, Seto Nurdiyantoro berhasil membawa PSS Sleman nangkring di peringkat delapan klasemen akhir.

Tentu ini adalah pencapaian yang terbilang cemerlang, mengingat dua klub promosi lainnya harus terdegradasi pada musim berikutnya.

Kiprah inilah yang kemudian membuat nama Seto disebut-sebut bakal menjadi nakhoda timnas Indonesia.

Kini, pelatih berusia 46 tahun itu membimbing PSIM Yogyakarta. Di tengah ketidakjelasan nasib sepak bola di Indonesia, peluangnya untuk berkarier di luar negeri kian terbuka.

Lagi pula, mantan pemain timnas Indonesia itu juga telah mengantongi lisensi AFC Pro sejak 2019.

2. Fakhri Husaini

Fakhri Husaini saat menangani timnas Indonesia U-19 dalam ajang Pra Piala Asia U-19 2020 di Jakarta.
Fakhri Husaini saat menangani timnas Indonesia U-19 dalam ajang Pra Piala Asia U-19 2020 di Jakarta. Skor.id

Kiprah kepelatihan Fakhri Husaini selama ini memang terbilang moncer saat mengasuh timnas Indonesia di kelompok usia muda.

Barangkali, nama pelatih berusia 54 tahun ini merupakan salah satu yang paling layak untuk melanjutkan karier kepelatihannya di luar negeri.

Selama ini, Fakhri memang menolak tawaran-tawaran dari klub karena alasan pekerjaan. Statusnya sebagai pegawai PT Pupuk Kaltim membatasi pergerakannya.

Sebab, ikatan kepegawaian itu tak memungkinkan Fakhri untuk terikat kontrak dengan klub. Hal ini berbeda dengan pekerjaannya sebagai pelatih timnas.

Akan tetapi, saat nanti berusia tepat 55 tahun, ia akan meninggalkan statusnya sebagai pegawai PT Pupuk Kaltim karena telah memasuki masa pensiun.

Momen ini bisa dijadikan langkah awal bagi lelaki asal Lhoksumawe, Aceh, itu untuk meniti karier melatih klub di luar negeri.

Saat ini, pelatih yang sukses membawa timnas U-16 Indonesia menjuarai Piala AFF U-16 2018 itu tengah bekerja untuk mempersiapkan tim PON Aceh.

Selain itu pula, Fakhri juga tengah mengikuti kursus lisensi AFC Pro. Sertifikat ini semakin membuka peluang sang juru racik untuk berkelana di kompetisi luar negeri.

3. Aji Santoso

Pelatih Persebaya, Aji Santoso, memberi keterangan pers seusai laga melawan Persipura di Stadion Gelora Bung Tomo, di mana Persebaya takluk 3-4 pada Jumat, 13 Maret 2020.
Pelatih Persebaya, Aji Santoso, memberi keterangan pers seusai laga melawan Persipura di Stadion Gelora Bung Tomo, di mana Persebaya takluk 3-4 pada Jumat, 13 Maret 2020. M. Bahrul Marzuki/Skor.id

Seperti nama-nama sebelumnya, Aji Santoso juga merupakan salah satu pelatih yang dianggap layak untuk berkarier di luar negeri.

Selain karena segudang pengalamannya melatih klub-klub Indonesia, ia juga pernah menjadi asisten pelatih timnas Indonesia.

Pelatih asal Malang itu juga pernah menangani skuad timnas U-23 pada ajang SEA Games 2013. Ketika itu, dia berduet dengan Rahmad Darmawan.

Sayangnya, Aji gagal mempersembahkan medali emas. Saat itu skuad Garuda takluk di final dan hanya mampu membawa medali perak.

Karier kepelatihannya pun berlanjut bersama sejumlah klub seperti Arema FC, Persela Lamongan, dan kini Persebaya Surabaya.

Salah satu pencapaian terbaiknya di Liga 1 terjadi pada musim 2019. Saat itu, Persebaya Surabaya sukses merangsek ke jajaran atas klasemen.

Di tangan Aji, tim berjulukan Bajul Ijo itu berhasil menjadi runner-up setela kalah 10 poin dari Bali United yang sukses menjuarai Liga 1 2019.

Selain itu pula, sejak 2019, Aji juga telah mendapatkan lisensi kepelatihan AFC Pro. Ini bisa menjadi modal berharga baginya untuk mencari pengalaman baru bersama klub luar negeri.

4. Indra Sjafri

Indra Sjafri, Direktur Teknik PSSI, saat mendampingi latihan timnas Indonesia U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi pada 14 Februari 2020.
Indra Sjafri, Direktur Teknik PSSI, saat mendampingi latihan timnas Indonesia U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi pada 14 Februari 2020. (Husni Yamin/Skor.id)

Serupa dengan Fakhri Husaini, Indra Sjafri merupakan salah satu pelatih yang sukses bersama timnas Indonesia di kelompok usia muda.

Indra pernah membawa timnas U-19 Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013. Bersama timnas U-22, ia juga sukses menjuarai Piala AFF U-22 pada tahun 2019.

Sayangnya, sebagian skuad yang menjuarai Piala AFF U-22 itu gagal mempersembahkan medali emas saat diterjunkan ke SEA Games 2019.

Mereka harus puas meraih medali perak usai dihantam Vietnam dengan skor 0-3 di laga puncak.

Sebetulnya, meski memiliki catatan mentereng di level timnas, sepak terjang Indra Sjafri terbilang kurang impresif di level klub.

Saat menjabat sebagai juru taktik Bali United pada 2015, misalnya, Indra tak bisa membuat timnya berbicara banyak.

Pelatih asal Sumatera Barat ini akhirnya mengakhiri kerja sama dengan manajemen tim berjuluk Serdadu Tridatu itu pada 2017, meskipun sebenarnya ia dikontrak selama lima tahun.

Saat ini, Indra bertugas di federasi dan menduduki jabatan sebagai direktur teknik (dirtek).

Lelaki kelahiran Pesisir Selatan, Sumatera Barat, itu juga telah mengantongi lisensi kepelatihan AFC Pro sejak 2019.

5. Rahmad Darmawan

Rahmad Darmawan menegaskan kesiapan Madura United untuk menjalani lanjutan Liga 1 2020.
Rahmad Darmawan menegaskan kesiapan Madura United untuk menjalani lanjutan Liga 1 2020. (Husni Yamin/Skor.id)

Dari sekian daftar pelatih yang telah disebutkan sebelumnya, hanya Rahmad Darmawan yang memiliki pengalaman melatih klub luar negeri.

Pelatih berusia 54 tahun itu pernah merasakan kompetisi sepak bola Malaysia saat menakhodai T-Team.

Pekerjaan itu dijalani pelatih yang akrab dipanggil RD ini selama rentang waktu 2015 hingga 2017.

Sebab, pada akhir musim 2017, T-Team harus dibubarkan lantaran keberhasilan Terengganu promosi ke kasta tertinggi (Liga Super Malaysia).

Saat ini, pelatih Madura United itu telah mengantongi lisensi AFC Pro sejak 2019.

Jika dibandingkan dengan nama-nama yang disebutkan sebelumnya, RD sudah banyak mempersembahkan gelar juara di level klub.

Klub pertama yang berhasil dibawa juara oleh RD ialah Persipura saat menjuarai Liga Indonesia 2005.

Kemudian, Sriwijaya FC juga berhasil dibawa RD bersinar pada Liga Indonesia musim 2007-2008.

Bersama tim berjulukan Laskar Wong Kito itu pula, purnawirawan anggota TNI berpangkat akhir Mayor itu juga menjuarai Copa Indonesia sebanyak dua kali, yakni pada musim 2007-2008 dan 2008-2009.

Selain itu pula, RD juga pernah dua kali mempersembahkan medali emas, yakni pada SEA Games 2011 dan 2013.

Sederet pengalaman itu barangkali bisa menjadi modal berharga bagi Rahmad Darmawan untuk kembali merantau bersama klub luar negeri.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Baca Juga Berita Liga Indonesia Lainnya:

Persib Berduka, Bek Mereka saat Juarai Liga Indonesia Pertama Wafat

4 Pelatih Paling Sukses Bersama Persija Jakarta Era Liga Indonesia hingga Liga 1 

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Timnas Indonesia

Kamis, 14 Januari 2021

Shin Tae-yong dan Tim Pelatih Korsel Analisis Calon Lawan Timnas Indonesia

Shin Tae-yong dan tim pelatih asal Korea Selatan (Korsel) sudah beralih fokus ke timnas level senior.

Liga 1

Kamis, 14 Januari 2021

Hormati Manajemen Klub, Pelatih PSIS Tolak Tiga Tawaran Klub Luar Negeri

Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, menolak tiga tawaran melatih dari klub luar negeri.

Dunia

Jumat, 15 Januari 2021

Eks-Pelatih PSM Makassar Tak Ingin Timnya Hanya Numpang Lewat di Liga Super Malaysia

Pelatih Kuala Lumpur FC, Bojan Hodak, merasa optimistis dengan timnya dalam kompetisi Liga Super Malaysia 2021.

Liga 1

Sabtu, 16 Januari 2021

Usul Persik ke PT LIB: PSSI dan LIB Tanggung Tuntutan Pemain dan Pelatih

Persik Kediri juga meminta Liga 1 2021 tak ada degradasi.

Terbaru

Nusantara

Sabtu, 6 Maret 2021

Eks-Bek Tim Juara Ligina 2002 Bicara Pentingnya Akademi Sepak Bola bagi Timnas Indonesia

Menurut Dwi Joko, timnas Indonesia tak kan kesulitan mencari stok pemain berkualitas jika di Tanah Air ada banyak akademi sepak bola.

Nusantara

Jumat, 5 Maret 2021

Syahrian Abimanyu Belum Juga Jalani Debut untuk Newcastle Jets, Pelatihnya Bersuara

Syahrian Abimanyu hingga kini belum juga mencicipi atmosfer pertandingan Liga Australia (A-League) bersama klub barunya, Newcastle Jets

Nusantara

Jumat, 5 Maret 2021

Kiprah: Boy Jati Asmara, Striker Petarung yang Kini Tekun Melatih Pemain Usia Dini

Ngotot dan tanpa kompromi bahkan galak adalah ciri khas yang lekat dalam menggambarkan karakter bermain Boy Jati Asmara

Nusantara

Kamis, 4 Maret 2021

Selebritis FC Batal Tanding Lawan PSSI All Star dan Persija All Star

Setelah Bali United membatalkan keberangkatannya ke Jakarta, empat laga yang melibatkan Selebritis FC pun batal digelar.

Nusantara

Rabu, 3 Maret 2021

Cerita Sayan Karmadi, Eks-Pemain Futsal yang Juara pada Debut Melatih di PFL

Kepada Skor.id, Sayan Karmadi bercerita soal kegemilangannya sebagai eks-pemain yang juara saat melatih Black Steel Manokwari di PFL 2016.

Nusantara

Senin, 1 Maret 2021

Dua Pelatih asal Indonesia Segera Gabung Klub Liga Futsal Malaysia

Liga Futsal Malaysia atau Malaysian Premier Futsal League (MPFL) 2021 akan kehadiran dua pelatih Indonesia untuk satu tim.

Nusantara

Minggu, 28 Februari 2021

Alasan Asnawi Mangkualam Pilih Nomor Punggung 41 di Ansan Greeners

Atas pilihannya ini, Asnawi Mangkualam menjelaskan alasan memakai nomor punggung 41 di Ansan Greeners.

Nusantara

Minggu, 28 Februari 2021

PSGC Ciamis dari Liga 3, Klub Indonesia Pertama Rilis Jersey Musim 2021

Jersey klub kontestan Liga 3 PSGC Ciamis menjadi seragam pertama yang dirilis klub Indonesia untuk musim 2021.

Nusantara

Jumat, 26 Februari 2021

Diperkuat Ryuji Utomo, Klub Malaysia Ini Disebut Calon Pembunuh Raksasa

Ryuji Utomo Prabowo menjadi bagian dari calon pembunuh raksasa Liga Super Malaysia 2021 karena itu julukan terbaru Penang FC

Nusantara

Jumat, 26 Februari 2021

Kiprah: Dwi Joko, Bek Tim Juara Ligina 2002 Godok Pemain Muda untuk Punya Attitude

Sebagai pelatih, bek Petrokimia Putra saat juara Ligina 2002 ini mengabdi di kampung halamannya, Sukoharjo, Jawa Tengah

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X