Mengenal Jenis Cedera Atlet Esport: Gamer’s Thumb

9 Juni 2021, 23:00 WIB
Editor: Nezatullah Wachid Dewantara
Ilustrasi pertandingan esports.
Ilustrasi pertandingan esports. /IESPA

  • Menjadi seorang atlet esport profesional merupakan salah satu impian baru bagi para gamer.
  • Meski begitu, seorang atlet esport profesional juga memiliki resiko untuk mengalami cedera yang bahkan bisa mengancam karir mereka.
  • Salah satunya adalah cedera pergelangan tangan, yakni Gamer's Thumb.

SKOR.id - Mengenal cedera atlet esport profesional, Gamer's Thumb, dari penyebab hingga penyembuhan.

Atlet esport profesional belakangan ini semakin disorot.

Pasalnya dengan semakin populernya industri esport, semakin banyak gamer yang bercita-cita menjadi atlet esport profesional.

Hal itu disebabkan oleh berbagai kenyamanan yang menjanjikan sebagai atlet esport profesional.

Mulai dari gaji, bonus, popularitas, dan masih banyak yang lain.

Faktor lain yang membuat banyak orang mulai melirik atlet esport sebagai salah satu profesi yang menggiurkan adalah minimnya cedera yang dialami.

Memang, atlet esport tak melakukan kontak langsung dengan pemain lawan atau melakukan banyak pergerakan fisik saat pertandingan yang bisa menyebabkan berbagai cedera.

Akan tetapi, rupanya atlet esport juga tak benar-benar terhindar dari resiko cedera.

Salah satu cedera yang awam terjadi di dunia esport adalah Gamer's Thumb.

Gamer’s Thumb atau dalam istilah kedokteran isebut dengan tenosynovitis adalah cedera yang disebabkan oleh penggunaan ibu jari yang repetitif.

Cedera ini paling banyak mengancam pemain esport profesional yang menggunakan konsol.

Ilustrasi Gamer's Thumb.
Ilustrasi Gamer's Thumb. (Esports Healthcare)

Gamer's Thumb disebabkan oleh penggunaan ibu jari yang berulang dan dalam waktu yang cukup lama.

Secara khusus, Gamer’s Thumb mempengaruhi selubung tendon otot ekstensor pollicis brevis dan abductor pollicis longus.

Otot-otot ini menarik ibu jari menjauh dari tangan dan telapak tangan.

Akibatnya, pemain akan merasa tak nyaman, nyeri, bahkan sakit ketika menggunakan ibu jarinya.

Gamer's Thumb ditandai dengan timbulnya rasa sakit di area otot pangkal ibu jari ketika digunakan.

Cara paling mudah untuk mengetahui kehadiran Gamer's Thumb adalah dengan melakukan tes Finkelstein.

Caranya adalah dengan menggenggam ibu jari, kemudian menekan ke arah depan.

Hal itu akan membuat otot extensor pollicis brevis dan abductor pollicis longus tertarik.

Ilustrasi tes Finkelstein.
Ilustrasi tes Finkelstein. (Esports Healthcare)

Jika terasa nyeri bahkan sakit, artinya skorer terkena Gamer's Thumb.

Untuk bisa memulihkan keadaan ibu jari, skorer setidaknya harus mengistirahatkannya selama beberapa waktu.

Selain itu skorer juga bisa melakukan Contrast Therapy, dengan cara menghangatkan area cedera selama 10-15 menit.

Lalu kemudian diikuti dengan mendinginkannya dengan terapi es selama 10-15 menit.

Selama masa pemulihan, skorer juga harus meminimalisir gerakan di ibu jari, salah satu cara yag membantu adalah dengan menggunakan Thumb Stabilizer yang berguna membatasi pergerakan ibu jari.

Jika sudah masuk ke level yang berbahaya, Gamer's Thumb bisa diatasi dengan operasi.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita fitur esport lainnya:

4 Gerakan Yoga Mudah untuk Para Gamer

5 Kebiasaan Penting untuk Gamers di New Normal

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Esports

Selasa, 8 Juni 2021

5 Manfaat Konsumsi Susu bagi Pecandu Game

Berikut ini adalah tips kesehatan mengkonsumsi susu bagi seorang gamer.

Esports

Selasa, 8 Juni 2021

5 Alasan Kenapa Bermain Video Games Bisa Cegah Penularan Covid-19

Di tengah masa pandemi Covid-19 ini bermain gim menjadi salahsatu pilihan bijak guna mengurangi penyebaran virus berbahaya tersebut.

Bugar

Selasa, 8 Juni 2021

Tips Atasi Pegal-pegal setelah Bermain Game atau Mengetik

Terlalu lama bermain game atau aktivitas lain seperti mengetik, kadang bisa mengakibatkan pegal-pegal.

Terbaru

Esports

Rabu, 23 Juni 2021

Gamers Without Border Gelar Turnamen Amal Berhadiah Rp21 Miliar

Turnamen tersebut adalah CS:GO Elite Tournament yang bakal digelar mulai dari 22-27 Juni 2021.

Mobile Legends

Rabu, 23 Juni 2021

VIDEO: Ini Penampakan Calon Hero Magical Marksman Mobile Legends, Natan

Mobile Legends tengah mempersiapkan satu hero Magical Marksman di Advance Server.

Wild Rift

Rabu, 23 Juni 2021

4 Hero Support Wild Rift yang Cocok Digunakan untuk Solo Rank

Berikut ini adalah 4 rekomendasi champion support untuk digunakan bermain solo rank di Wild Rift.

Esports

Rabu, 23 Juni 2021

Tampil Buruk di Awal Musim LEC Summer Split, SK Gaming Kembalikan Jesiz sebagai Pelatih

SK Gaming menunjuk satu pemain support-nya untuk kembali menjadi pelatih.

Valorant

Rabu, 23 Juni 2021

Daftar Perubahan Valorant Patch 3.0: Kedatangan KAY/O

Deretan perubahan Valorant di episode ketiga patch 3.0.

Esports

Rabu, 23 Juni 2021

Dota 2 Ditolak, CS:GO Upayakan Kompetisi Tetap Digelar di Swedia

PGL terus mencari cara agar CS:GO Stockholm Major tak perlu pindah lokasi.

Esports

Rabu, 23 Juni 2021

5 Tips Bagi Orang Tua Saat Anak Kecanduan Video Games

Konsol video games yang merajalela membuat banyak orang yang kecanduan video game, terutama anak-anak dan remaja.

PUBG Mobile

Rabu, 23 Juni 2021

Aerowolf Pro Team Bakal Jual Semua Player Divisi PUBG Mobile

Aerowolf Limax tak bisa ikuti kompetisi sampai 31 Desember 2022.

PUBG Mobile

Rabu, 23 Juni 2021

Usai McLaren, PUBG Mobile Bakal Kolaborasi dengan Tesla, Ini Bocorannya

Isu ini pertama kali muncul melalui video yang diunggah akun Instagram @traumapubg2.0 yang memperlihatkan video mobil Tesla.

Free Fire

Rabu, 23 Juni 2021

Beberapa Karakter Free Fire yang Lebih Kuat di Mode Clash Squad

Setiap karakter dalam Free Fire memiliki skill yang berbeda-beda.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X