Edisi Spesial Persipura: Dari Kontiki, 25 Mei 1965, hingga Penguasa Asia

17 Agustus 2020, 08:45 WIB
Penulis: Abdul Susila
Editor: Abdul Susila
Starter Persipura Jayapura saat dijamu klub Korea, Jeonbuk Hyundai Motors FC pada fase grup Liga Champions Asia 2020 di Jeonju World Cup Stadium, 14 April 2010. /Husni Yamin/Skor.id

  • Kiprah terakhir Persipura Jayapura dalam pentas Asia adalah Piala AFC 2015, yang ketika itu PSSI disanksi FIFA. 
  • Kontiki merupakan nama awal Persipura karena pada saat itu selalu menjalani tur dengan menggunakan kapal laut.
  • Tanggal lahir Persipura yang sah adalah 25 Mei 1965 dan bukan 1 Mei, seperti dijelaskan pendeta Mesach Koibur.  

SKOR.id - Emosi Bento Madubun tak tertahan. Nada suaranya meninggi. Lewat orasi yang matang, Media Officer Persipura ini mengaduk emosi segenap anggota DPR RI. 

Peristiwa tersebut terjadi pada 2015. Bento, sebagai perwakilan Persipura, berorasi di Gedung DPR RI dalam agenda dengar pendapat pembekuan PSSI oleh Kemenpora. 

Manajemen Persipura sangat marah dengan keputusan Kemenpora, karena saat itu meraka sangat yakin akan menjuarai Piala AFC 2015 untuk pertama kalinya. 

Asa itu cukup masuk akal, sebab klub berjulukan Mutiara Hitam itu menembus babak semifinal pada 2014 dan sudah menambah amunisi untuk target tinggi tersebut. 

Beberapa nama baru yang didatangkan Persipura adalah Zulham Zamrun, Lancina Kone, Robertino Pugliara, dan pemain asal Korea Selatan, Lim Jun-sik. 

Faktanya, pada babak grup Piala AFC 2015, dari enam pertandingan yang dijalani, Boaz Solossa dan kawan-kawan tak terkalahkan dan jadi #KebanggaanIndonesia. 

Sayang, jelang babak 16 besar melawan wakil Malaysia, Pahang FA, PSSI disanksi FIFA akibat campurtangan pemerintah. Persipura ikut terimbas "embargo" FIFA.

Itulah kiprah terakhir klub kelahiran 25 Mei 1965 ini dalam ajang kontinental Asia. Hingga empat musim berlalu, permainan Persipura belum mencapai taraf yang sama. 

Persipura masih bertumpu pada pemain-pemain lawasnya, seperti Boaz Solossa, Ricardo Salampessy, Yustinus Pae, hingga Ian Louis Kabes. 

Memang mulai ada regenerasi tetapi ada keraguan. Generasi muda Persipura, seperti Gunansar Mandowen, Todd Ferre, hingga Marinus Manewer, tak cukup matang. 

Bahkan, jika melihat kiprah klub jawara empat kali Liga Indonesia ini, dalam beberapa tahun terakhir, sangat miris. Persipura kerap kesulitan dan hampir degradasi. 

Bek Persipura, Victor Igbonevo (dua dari kiri), berduel dengan pemain Jeonbuk Hyudai Motors dalam ajang Liga Champions Asia 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 14 April 2010.
Bek Persipura, Victor Igbonevo (dua dari kiri), berduel dengan pemain Jeonbuk Hyudai Motors dalam ajang Liga Champions Asia 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 14 April 2010. (Husni Yamin/Skor.id)

Harapan untuk mengembalikan kejayaan Persipura di pentas nasional, termasuk jadi tim Indonesia pertama yang berprestasi di Asia, kiranya cukup panjang. 

Persipura harus menciptakan kembali generasi bermental juara seperti Boaz, Ricardo, dan lainnya, yang menjuarai PON 2004 di Palembang bersama Jawa Timur. 

Kontiki dan Juara 

Bicara prestasi Persipura, sejatinya ada banyak sosok yang bisa diangkat. Namun, kiranya ada satu sosok yang paling berpengaruh dan jadi #KebanggaanIndonesia. 

Menurut Johanis Auri, legenda Persipura, HB Samsi adalah pelatih yang namanya layak diabadikan karena mempersembahkan gelar juara Piala Presiden Soeharto 1976

"Pak Samsi orang yang berpengaruh besar untuk Persipura saat itu. Kami Persipura bisa menjadi tim yang diperhitungkan di tingkat nasional," ucap Johanis Auri. 

Dalam perbincangan dengan Skor.id di kediamannya pada 11 Agustus 2020, The Black Silent, julukannya, mengisahkan kiprah Samsi yang fenomenal.

Gelar juara Piala Presiden Soeharto 1976 adalah bukti "tangan dingin" pelatih asal Semarang ini. Kepercayaan diri anak-anak Persipura dibangkitkannya.

Pemain Persipura menerima secara simbolis hadiah Rp2 miliar sebagai juara Liga Indonesia 2008-2009, setelah mengalahkan Sriwijaya FC pada 2009.
Pemain Persipura menerima secara simbolis hadiah Rp2 miliar sebagai juara Liga Indonesia 2008-2009, setelah mengalahkan Sriwijaya FC pada 2009. (Husni Yamin/Skor.id)

"Prosesnya sangat lelah, menempuh banyak ujian," ucap Johanis soal juara Piala Presiden Soeharto 1967. "Sebenarnya yang menjadikan kami adalah pak Samsi."

"Beliau yang mengangkat nama Persipura. Buat saya beliau luar biasa. Dulu, Persipura namanya Kontiki. Bersama beliau kita ke mana-mana naik kapal," katanya. 

Karena kemana-mana naik kapal laut, nama Kontiki ini muncul. "Awal mulanya itu namanya Kontiki, baru setelah itu namanya jadi Persipura," Johanis Auri menjelaskan. 

25 Mei 1965

Cerita Johanis Auri soal Kontiki menjadi nama awal Persipura sebagai klub, sekaligus pula menyibak sejarah yang selama ini kurang terpublikasi. 

Salah satunya adalah soal tanggal lahir klub. Dalam sejumlah tulisan, disebutkan bahwa Persipura lahir pada 1 Mei 1963. Ini berbeda dengan fakta sejarah. 

Dalam salinan dokumen yang diterima Skor.id, yang ditulis Mesack Khoibur, disebutkan bahwa tanggal kelahiran Persipura adalah 25 Mei 1965 dan bukan 1 Mei 1963. 

Mescak Khoibur yang adalah seorang pendeta merupakan Ketua Umum Persipura pertama dan Barnabas Youwe menjadi sekretaris tim sekaligus pelatih. 

Suporter Persipura beraksi dalam pertandingan Persipura kontra PSMS Medan dalam ajang Indonsia Super League 2008-2009, pada 6 Februari 2008.
Suporter Persipura beraksi dalam pertandingan Persipura kontra PSMS Medan dalam ajang Indonsia Super League 2008-2009, pada 6 Februari 2008. Husni Yamin/Skor.id

Dalam proses pencarian pemain, sebagaimana tertulis dalam dokumen tersebut, motto yang manjadi landasan Barnabas Youwe adalah "one for elevent, elevent for one."

Sedangkan visi Persipura adalah menjadi pusat pengkaderan tenaga-tenaga profesional sebagai orang Papua yang dapat diakui harkat, martabat dan harga dirinya.

Visi ini sangat korelatif dengan situasi saat itu, di mana Papua dalam masa tekanan politik, sehingga diharapkan terhindar dari rasa minder, frustrasi, dan masa depan suram.

Adapun misi berdirinya Persipura adalah menciptakan sumber daya alam (SDM) Papua yang berkualitas. Untuk misi ini, kiranya Persipura telah berhasil. 

Tulisan ini merupakan rangkaian edisi khusus Persipura untuk #KebanggaanIndonesia yang bertepatan hari kemerdekaan Indonesia ke-75 tahun.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia. 

Baca Juga Berita Perspura Lainnya: 

Jacksen F Tiago Pastikan Latihan Persipura Dimulai 24 Agustus

Tertunda Seminggu, Persipura Terbang ke Malang pada 20 Agustus

Jelang Latihan Persipura, Jacksen F Tiago Alami Kecelakaan

 

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Liga 1

Selasa, 11 Agustus 2020

Eks-Pelatih Persipura Tertarik Gantikan Mario Gomez Melatih Arema FC

Wanderley Junior yang saat ini melatih klub kasta kedua Thailand, Phrae United, mengaku tertarik menangani Arema FC menggantikan Mario Gomez.

Liga 1

Kamis, 13 Agustus 2020

Kiper Persipura Jayapura Ikhlas Kembali Jadi Tim Musafir di Liga 1 2020

Penjaga gawang Persipura Jayapura, Dede Sulaiman, ikhlas timnya harus kembali menjadi tim musafir di Liga 1 2020.

Liga 1

Jumat, 14 Agustus 2020

Persipura Kembali Menjadi Tim Musafir, Ini Kata Jacksen F Tiago

Persipura Jayapura memilih Malang sebagai homebase barunya

Liga 2

Sabtu, 15 Agustus 2020

Muba Babel United Rekrut Bek Naturalisasi yang Pernah Membela Persipura

Muba Babel United tak main-main dengan persaingan Liga 2 2020, yakni dengan datangkan pemain naturalisasi.

Terbaru

Timnas Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2020

Timnas U-19 Berkembang Signifikan, tapi Masih Belum Memuaskan

Banyak perubahan signifikan yang diperlhatkan timnas U-19 Indonesia selama dua bulan pemusatan latihan di Kroasia.

Liga 2

Minggu, 25 Oktober 2020

Pemain Diserang Bosan, Badak Lampung FC Bubarkan Tim

Badak Lampung FC membubarkan tim karena para pemainnya sudah merasa bosan latihan tanpa bertanding.

Liga 1

Minggu, 25 Oktober 2020

Persib Libur Latihan, Victor Igbonefo Habiskan Waktu di Jakarta

Bek Persib, Victor Igbonefo, memanfaatkan libur latihan tim untuk berkumpul bersama keluarga.

Liga 2

Minggu, 25 Oktober 2020

PSMS Jalan Terus dan Gaji Pemain Dipastikan Tetap Dibayar

Manajemen PSMS mengklaim tetap membayar gaji pemain meski lanjutan Liga 2 2020 tak kunjung jelas.

Liga 2

Minggu, 25 Oktober 2020

Manajer Badak Lampung FC Blakblakan, 90 Persen Kas Klub Habis

Badak Lampung FC sangat berharap dan percaya PSSI bersama PT LIB bisa melanjutkan Liga 2 2020.

Liga 1

Minggu, 25 Oktober 2020

Kilas Balik Liga Champions Asia 2005: Persebaya dan PSM Kalah Kelas

Persebaya dan PSM adalah tim yang mewakili Indonesia dalam Liga Champions Asia 2005.

Liga 1

Minggu, 25 Oktober 2020

9 Alumni Persija Jakarta Arsiteki Tim Liga 1 2020

Mantan pemain Persija mendominasi daftar pelatih tim Liga 1 2020, tiga sebagai pelatih dan enam asisten.

Liga 1

Minggu, 25 Oktober 2020

Bek Persib Bandung Iri Kompetisi di Negara Lain Tetap Jalan

Bek Persib Bandung merasa iri dengan negara lain yang tetap menggelar kompetisi di tengah pandemi Covid-19.

Liga 2

Minggu, 25 Oktober 2020

Liga 2 2020 Tak Ada Kepastian, PSIM Yogyakarta Stop Aktivitas Latihan

Liga 2 2020 tak kunjung ada titik terang. PSIM Yogyakarta memutuskan untuk menghentikan aktivitas latihan dan meliburkan pemainnya.

Timnas Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2020

Timnas U-19 Batal Ikut Toulon Tournament, Dirtek PSSI Ajukan Rencana B

Batalnya Toulon Tournament 2020 di Prancis, membuat Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, rancang rencana B.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

Sepak Pojok

X