CERITA RAMADAN: Yatim sejak Usia 15 Tahun, Islam dan Sepak Bola menjadi Pegangan Riyad Mahrez

6 Mei 2021, 22:10 WIB
Penulis: Irfan Sudrajat
Editor: Irfan Sudrajat
Pemain Manchester City, Riyad Mahrez, usai cetak gol ke gawang PSG di Liga Champions.
Pemain Manchester City, Riyad Mahrez, usai cetak gol ke gawang PSG di Liga Champions. /(Twitter UEFA Champions League)

  • Riyad Mahrez mengakui, kepergian ayahnya membuat dirinya di masa remaja terlecut untuk menjadi pemain sepak bola profesional.
  • Riyad Mahrez selalu menyempatkan diri saat libur kompetisi pulang ke kampung halaman kelahiran ayahnya di Aljazair.
  • Riyad Mahrez menjadi perhatian besar sejak membawa Leicester City juara Liga Inggris pada 20015-2016.

SKOR.id - Riyad Mahrez tercatat dalam sejarah Leicester City ketika klub ini untuk kali pertama dalam sejarah mereka, merengkuh gelar Liga Inggris pada 2015-2016.

Pemain berdarah Aljazair ini menjadi perhatian besar di Eropa setelah performa dan perannya untuk The Foxes yang ketika itu di bawah asuhan Claudio Ranieri.

Riyad Mahrez atau yang bernama lengkap Riyad Karim Mahrez, kini menjadi salah satu gelandang sayap terbaik dalam sepak bola Eropa.

Terakhir, pemain berusia 30 tahun tersebut menentukan sukses klubnya, Manchester City, ke final Liga Champions 2020-2021. Final yang akan digelar pada 29 Mei nanti.

Dalam dua semifinal Liga Champions 2020-2021, Riyad Mahrez mencetak gol di dua laga tersebut, satu gol di laga pertama dan dua gol di pertandingan kedua.

Artinya, sepanjang Ramadan dan saat dirinya berpuasa, Riyad Mahrez mampu mencetak tiga gol.

Bersama Manchester City pula, Riyad Mahrez meraih gelar Liga Inggris 2018-2019. Dengan demikian, pemain kelahiran Sarcelles, Prancis, pada 21 Februari 1991 ini telah mengoleksi dua gelar Liga Inggris.

Dengan demikian pula, Riyad Mahrez menjadi pemain pertama dari Aljazair yang meraih gelar Liga Inggris.

Karena itu, wajar pula jika kemudian nama Riyad Mahrez pun mendapatkan penghormatan dari publik Aljazair, khususnya di sebuah wilayah bernama Beni Snous.

Beni Snous merupakan bagian dari provinsi Tlemcen, Aljazair. Riyad Mahrez sendiri tidak lahir di sana, namun dia tahu itulah tempat di mana ayahnya lahir dan besar.

Karena faktor ayahnya pula, untuk karier di timnas, dia lebih memilih memperkuat timnas Aljazair ketiimbang Prancis.

Ayahnya, Ahmed Mahrez, merupakan figur yang sangat berpengaruh dalam masa kecil Riyad Mahrez. Dari ayahnya pula, Riyad Mahrez mulai mengenal sepak bola karena sang ayah memang pemain sepak bola di negerinya.

Riyad Mahrez dengan trofi Liga Inggris ketika bermain untuk Leicester City pada 2015-2016.
Riyad Mahrez dengan trofi Liga Inggris ketika bermain untuk Leicester City pada 2015-2016. (Twitter ESPN)

Karena kedekatan itu pula yang membuat Riyad Mahrez sempat terguncang ketika kehilangan ayahnya, yang wafat karena serangan jantung ketika Riyad Mahrez masih berusia 15 tahun.

"Ketika itu saya sempat tidak tahu apa keinginan saya. Namun, ayah telah memberikan bekal kepada saya, dua hal yaitu keyakinan saya (Islam) dan sepak bola," kata Riyad Mahrez, bercerita kepada Telegraph.

Karena pegangan Islam yang kuat itu pula, Riyad Mahrez tidak mau berputus asa. Ketika itu, statusnya memang sudah menjadi bagian klub junior kota kelahirannya, AAS Sarcelles.

Riyad Mahrez masuk ke akademi klub itu sejak 2004 atau dua tahun sebelum kepergian ayahnya. Sebaliknya, dia pun bertekad untuk membuat almarhum ayahnya bangga.

"Dia memberi saya dukungan. Dia (ayahnya) bermain di tim-tim kecil di Aljazair dan Prancis," ujar Riyad Mahrez yang saat duka tersebut dia berjanji akan membuat ayahnya bangga.

Wissam Ben Yedder, yang merupakan temannya sejak kecil, mengakui melihat perubahan dalam diri Riyad Mahrez.

Riyad Mahrez ketika umrah di Makkah pada 2016.
Riyad Mahrez ketika umrah di Makkah pada 2016. (Twitter)

"Dia tidak hanya rajin berlatih sepak bola melainkan juga rajin berdoa bersama (sholat berjamaan di masjid) dan membaca Al-Quran," kata Wissam Ben Yedder, yang kini bermain di Monaco.

Dan, sukses tidak membuatnya lupa dengan ayahanya. Riyad Mahrez selalu pulang ke Beni Snous setiap kali musim kompetisi berakhir.

Ada momen yang tidak terlupakan, tentu saja ketika kali pertama dirinya sukses sebagai pemain sepak bola bersama Leicester City.

Setelah membawa Leicester City juara, dia pun menyempatkan pulang pada Juni 2016, yang kebetulan bertepatan dengan Ramadan. Riyad Mahrez mendapatkan sambutan hangat dari penduduk setempat.

Riyad Mahrez selalu berziarah ke makaM ayahnya setiap kali dirinya pulang ke Beni Snous. Bukan hanya bertemu dengan keluarganya melainkan juga berbaur deengan masyarakat sekitar seperti berbuka puasa dan sholat tarawih.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Manchester City Lainnya:

Fakta Menarik Duel All England di Liga Champions, Manchester City vs Chelsea

Bawa Manchester City ke Final Liga Champions, Riyad Mahrez Samai Catatan Sadio Mane

  • Sumber: Independent, Twitter
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Liga Champions

    Kamis, 6 Mei 2021

    Sejarah Liga Champions, Tim Utama dan Putri Chelsea Sama-Sama Masuk Final

    Sejarah tercipta di Liga Champions saat tim utama dan putri Chelsea sama-sama lolos ke final.

    Liga Champions

    Kamis, 6 Mei 2021

    3 Pelajaran Penting untuk Real Madrid usai Kalah dari Chelsea

    Setidaknya ada tiga pelajaran penting yang bisa dipetik Real Madrid usai kalah dari Chelsea.

    Liga Italia

    Kamis, 6 Mei 2021

    Juventus Bisa Jual Szczesny Demi Boyong Donnarumma, Ada Satu Syarat

    Juventus kabarnya bisa menjual Wojciech Szczesny demi memboyong Gianluigi Donnarumma.

    Terbaru

    Liga Inggris

    Jumat, 18 Juni 2021

    Fernandinho Bakal Dapat Kontrak Setahun Lagi di Manchester City

    Fernandinho kabarnya bakal mendapatkan kontrak setahun lagi di Manchester City.

    Liga Inggris

    Jumat, 18 Juni 2021

    Ashley Cole: Romelu Lukaku Tidak Dihargai Penggemar Chelsea

    Ashley Cole mengungkapkan bahwa Romelu Lukaku tidak mendapat dukungan dari fans saat berseragam Chelsea.

    Liga Inggris

    Jumat, 18 Juni 2021

    Ferdinand Sebut Penyebab Kegagalan Memphis Depay di Manchester United

    Rio Ferdinand mencoba mengungkap penyebab sang pemain gagal bersama Setan Merah.

    Liga Inggris

    Jumat, 18 Juni 2021

    Pembicaraan Tottenham Hotspur-Paulo Fonseca Kolaps, Gennaro Gattuso Merapat

    Gennaro Gattuso diisukan sebagai kandidat terkuat pelatih Tottenham Hotspur setelah pembicaraan antara klub dengan Paulo Fonseca terhenti.

    Liga Inggris

    Kamis, 17 Juni 2021

    Dalam 17 Hari, Chelsea Ketiban Rejeki Nomplok Rp458 Miliar

    Hanya dalam waktu 17 hari, Chelsea mendapat kabar baik. Mereka bakal lekas mendapat rejeni nompol sebesar 40 juta pounds (Rp806 miliar).

    Liga Inggris

    Rabu, 16 Juni 2021

    Jadwal Liga Inggris 2021-2022 Dirilis, Dibuka Laga Klasik Manchester United

    Premier League resmi mengumumkan jadwal pertandingan kompetisi Liga Inggris musim 2021-2022.

    Liga Inggris

    Rabu, 16 Juni 2021

    VIDEO: Wawancara Fabio Paratici usai Resmi Gabung Tottenham Hotspur

    Fabio Paratici mengutarakan kebahagiaan dan antusiasmenya usai ditunjuk sebagai direktur sepak bola Tottenham Hotspur.

    Liga Inggris

    Rabu, 16 Juni 2021

    Bek Terbaik di Dunia versi Jose Mourinho Ada di Liga Inggris

    Pelatih kondang, Jose Mourinho, memiliki penilaian tentang bek terbaik di dunia saat ini.

    Liga Inggris

    Selasa, 15 Juni 2021

    Ole Gunnar Solskjaer Terkejut, Pemainnya Lebih Cinta AC Milan

    Ole Gunnar Solskjaer dikabarkan tengah terkejut dengan keputusan yang dibuat pemainnya.

    Liga Inggris

    Selasa, 15 Juni 2021

    Raheem Sterling Sudah Ambil Sikap soal Minat Barcelona

    Bintang Manchester City, Raheem Sterling, dikabarkan sudah mengambil sikap, terutama tentang minat Barcelona.
    X