CERITA RAMADAN: Jalan Berliku Kareem Abdul-Jabbar Temukan Islam dalam Damai

25 April 2021, 16:58 WIB
Penulis: Doddy Wiratama
Editor: Doddy Wiratama
Kareem Abdul-Jabbar adalah ikon atlet muslim yang berjaya bersama LA Lakers dalam kompetisi NBA era 70-80an.
Kareem Abdul-Jabbar adalah ikon atlet muslim yang berjaya bersama LA Lakers dalam kompetisi NBA era 70-80an. /(instagram.com/kareemabduljabbar_33)

  • Kareem Abdul-Jabbar memeluk agama Islam saat berusia 24 tahun atau setelah membawa Milwaukee Bucks menjadi juara NBA 1971.
  • Sang pemain mengenal Islam sejak tahun pertama memperkuat tim kampus UCLA dan memperdalamnya dengan Hammas Abdul-Khaalis.
  • Kareem Abdul-Jabbar menemukan Islam yang sesuai dengan kepercayaannya setelah melakukan perjalanan ke Libia dan Arab Saudi pada 1973.

SKOR.id - Kareem Abdul-Jabbar merupakan salah satu ikon atlet muslim dunia. Namanya besar di kalangan pencinta basket NBA terutama era 70 hingga 80an.

Kareem Abdul-Jabbar lahir di New York, Amerika Serikat pada 16 April 1947 dengan nama Ferdinand Lewis Alcindor Jr.

Setelah mengantar Milwaukee Bucks sebagai juara NBA 1971, Ferdinand Lewis Alcindor Jr. memutuskan memeluk agama Islam dan mengubah namanya menjadi Kareem Abdul-Jabbar.

Kareem Abdul-Jabbar kemudian pindah ke LA Lakers pada 1975 dan melegenda di sana dengan torehan lima gelar juara NBA, yakni pada 1980, 1982, 1985, 1987, dan 1988.

Sosok yang terkenal dengan teknik tembakan skyhook ini pun pernah mengungkap alasan menjadi mualaf lewat sebuah tulisan untuk america.aljazeera.com pada 29 Maret 2015.

Dalam tulisan tersebut, ia juga menceritakan segala adaptasi yang dilalui hidup sebagai muslim dan minoritas di Amerika Serikat.

"Transisi dari Lew ke Kareem bukan sekadar perubahan nama panggung layaknya selebriti tetapi ini transformasi yang melibatkan hati, pikiran, dan jiwa," tulisnya.

"Bagi kebanyakan orang, berpindah agama adalah masalah pribadi. Namun jika Anda orang terkenal, maka itu akan jadi tontonan dan diperdebatkan publik."

"Ketika Anda pindah ke agama yang tidak populer (di suatu negara), itu akan mengundang kritik terhadap kecerdasan, patriotisme, dan kewarasan," ujar Kareem.

Meski sudah menjadi muslim selama lebih dari 40 tahun, Kareem mengaku masih mendapat tentangan dan harus berbicara untuk mempertahankan pilihan hidupnya ini.

Kareem mengaku pertama kali mengenal agama Islam pada tahun pertamanya memperkuat tim basket kampus UCLA (University of California, Los Angeles).

Dalam masa pencarian jati diri tersebut, berbagai peristiwa secara tak langsung membentuk kepribadian, pola pikir, hingga caranya memandang kehidupan.

Alcindor merasa tak nyaman hidup di lingkungan selebriti mengingat UCLA adalah tim kampus tersohor yang bermain untuk kota dengan dunia gemerlap, Los Angeles.

Pada sisi lain, pemain berposisi center itu mulai tertarik dengan isu antirasialisme yang mulai sering digaungkan di Negeri Paman Sam.

Selain Martin Luther King Jr., Alcindor juga mengagumi sosok Malcolm X atas segala perjuangannya untuk kesetaraan.

Malcolm X yang seorang muslim pun membuat Alcindor makin tertarik mendalami agama Islam dan akhirnya mulai mempelajari kitab suci Al-Qur'an.

"Islam membantu Malcolm X menemukan jati diri dan memberinya kekuatan untuk menghadapi permusuhan (berdasar ras) dan memperjuangkan keadilan sosial."

Alcindor pun bertemu dengan seorang guru bernama Hammas Abdul-Khaalis yang mengajarinya memperdalam agama Islam.

Ia pun menjadi mualaf pada usia 24 tahun dan mengubah namanya menjadi Kareem Abdul-Jabbar. Namun, rintangan tak berhenti di situ karena banyak fans yang menentang.

Ada yang sebatas mempermasalahkan nama baru sang pemain. Ada pula yang menganggap serius layaknya ia sedang merusak gereja atau merobek bendera Amerika Serikat.

Tentangan juga didapat Kareem dari keluarganya yang menganut ajaran Katolik. Meski begitu, Kareem tetap memegang teguh kepercayaannya.

Kareem pun mengaku menerapkan segala aspek kehidupan berdasar ajaran yang diberikan sang guru termasuk saat bermain basket.

Bahkan, ia mempersunting perempuan yang dianjurkan Hammas tanpa mengundang kedua orang tuanya untuk hadir ke pesta pernikahan. Hal itu diakuinya sebagai sebuah kesalahan.

Kemudian, ia memutuskan menjauh dari Hammas dengan melakukan perjalanan ke Libia dan Arab Saudi pada 1973 untuk mempelajari Islam yang sesuai dengan keyakinannya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kareem Abdul-Jabbar (@kareemabduljabbar_33)

Ia pun mempelajari Al-Qur'an dan merasionalkan anjuran agama Islam dengan realita kehidupan yang berlaku di Amerika Serikat.

Sejak saat itu, Kareem Abdul-Jabbar makin yakin dengan ajaran Islam dan tak pernah menyesali keputusannya menjadi mualaf.

"Bagi orang yang berpindah agama, ini adalah masalah keyakinan. Kepercayaan kami didasarkan pada iman dan logika," ujar Kareem Abdul-Jabbar.

"Kami butuh alasan kuat untuk meninggalkan tradisi keluarga dan komunitas untuk memeluk kepercayaan yang asing bagi keduanya.

"Perpindahan agama adalah sesuatu yang berisiko karena dapat membuat kehilangan dukungan keluarga, teman, dan komunitas," ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kareem tergerak mengenalkan Islam yang damai ke dunia karena kebanyakan orang mendapat persepsi buruk soal agamanya dari contoh yang salah.

"Bagian dari tanggung jawab saya sebagai mualaf adalah memperkenalkan nilai agama saya kepada orang lain," ujarnya.

"Bukan untuk mengubah kepercayaan mereka tetapi untuk hidup berdampingan melalui rasa saling menghormati, mendukung, dan menjunjung perdamaian."

"Satu dunia tidak harus berarti satu agama, hanya perlu satu keyakinan untuk hidup dalam damai," ia memungkasi.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Cerita Ramadan Lainnya:

CERITA RAMADAN: Muhammad Ali, Petinju Muslim yang Enggan Sakiti Musuh

CERITA RAMADAN: Kisah Sadio Mane, Bersihkan Musala sampai Rajin Salat 5 Waktu

  • Sumber: america.aljazeera.com
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Olahraga Lain

    Kamis, 22 April 2021

    CERITA RAMADAN: Jalan Robert Saleh Jadi Pelatih Muslim Pertama di NFL

    American Football mungkin bukan olahraga populer di Indonesia tapi jadi yang paling digandrungi di AS.

    Liga Inggris

    Sabtu, 24 April 2021

    CERITA RAMADAN: Paul Pogba Ingin Selalu Kembali ke Makkah

    Paul Pogba sering melakukan umrah, khususnya ketika libur kompetisi.

    Liga Inggris

    Sabtu, 24 April 2021

    CERITA RAMADAN: Kisah Brendan Rodgers Persilakan Pemainnya Berbuka Puasa di Tengah Laga

    Pelatih Leicester City, Brendan Rodgers memberikan kesempatan berbuka puasa kepada Wesley Fofana.

    Terbaru

    NBA

    Senin, 14 Juni 2021

    Hasil Playoff NBA 2021: Kalahkan Nuggets, Phoenix Suns Lolos ke Final Wilayah

    Phoenix Suns menjadi tim pertama yang lolos ke babak final wilayah usai mencatat rekor sempurna atas Denver Nuggets.

    NBA

    Minggu, 13 Juni 2021

    Sudah Diwawancarai Dua Klub, Becky Hammon Segera Jadi Pelatih Perempuan Pertama di NBA

    Becky Hammon sudah diwawancari dua klub NBA. Dia punya potensi jadi pelatih perempuan pertama di NBA

    NBA

    Minggu, 13 Juni 2021

    Hasil Playoff NBA 2021: LA Clippers Catat Kemenangan Perdana atas Utah Jazz

    Kawhi Leonard tampil trengginas untuk membawa LA Clippers mencatat kemenangan 132-106 atas Utah Jazz.

    NBA

    Sabtu, 12 Juni 2021

    Hasil Playoff NBA 2021: Phoenix Suns Selangkah Lagi Lolos ke Final Wilayah

    Phoenix Suns butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan diri lolos ke final wilayah barat NBA 2021.

    NBA

    Jumat, 11 Juni 2021

    Hasil Playoff NBA 2020-2021: Brooklyn Nets Macet, Milwaukee Bucks Curi Kesempatan

    Brooklyn Nets tak tampil seperti biasa karena hanya mencetak sedikit poin di gim 3 Semifinal Wilayah Timur

    NBA

    Jumat, 11 Juni 2021

    Dari Roland Garros, Novak Djokovic Ucapkan Selamat kepada MVP NBA

    Novak Djokovic bangga dengan titel MVP NBA 2020-2021 yang diraih Nikola Jokic.

    NBA

    Kamis, 10 Juni 2021

    Inovasi NBA Academy, Luncurkan Program Pengembangan Virtual buat Pebasket Perempuan Terbaik di Luar AS

    NBA meluncurkan program baru khusus pemain putri yang ada di luar AS

    NBA

    Kamis, 10 Juni 2021

    Kembali Raih Defensive Player of The Year, Rudy Gobert Samai 3 Legenda NBA

    Rudy Gobert meraih gelar Defensive Player of The Year untuk kali ketiga sepanjang karier.

    NBA

    Kamis, 10 Juni 2021

    Hasil Playoff NBA 2020-2021: Chris Paul Nihil Turnovers, Suns Hancurkan Nuggets

    Phoenix Suns berhasil menundukkan Denver Nuggets dan memperbesar keunggulan jadi 2-0 di semifinal wilayah.

    NBA

    Rabu, 9 Juni 2021

    Nikola Jokic Perpanjang Kebuntuan Pemain AS Menyabet Titel MVP NBA

    Sudah lama pemain AS tak mendapatkan gelar MVP musim reguler NBA.

    Terpopuler

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X