Rasa Sesal Cesc Fabregas Tinggalkan Arsenal

24 Mei 2020, 02:46 WIB
Gelandang AS Monaco, Cesc Fabregas, menyesal tinggalkan Arsenal terlalu cepat. /AS Monaco/Twitter
Penulis: Hedi Novianto
Editor: Hedi Novianto

  • Gelandang veteran AS Monaco, Cesc Fabregas, mengungkapkan penyesalannya meninggalkan Arsenal terlalu dini.
  • Rasa sesal Cesc Fabregas disampaikan kepada eks-kapten Manchester United, Rio Ferdinand, dalam kanal Youtube-nya.
  • Dalam obrolan jarak jauh itu, Cesc Fabregas tidak hanya berbicara soal Arsenal.

SKOR.id - Pemain tengah gaek Cesc Fabregas mengaku menyesal telah meninggalkan Arsenal terlalu cepat. Pemain AS Monaco ini pergi dari Arsenal karena frustrasi.

Cesc Fabregas layak disebut sebagai salah satu legenda Arsenal meski bukan orang Inggris. Pemain 33 tahun ini sudah membela Arsenal sejak masih berumur 16 tahun.

Berita Cesc Fabregas Lainnya: Cesc Fabregas Jadi Pemain Paling Berjasa bagi Jack Wilshere di Arsenal

Bergabung dengan klub London utara itu sejak 2003, Cesc Fabregas sudah tampil dalam 304 pertandingan bersama Arsenal. Lantas pada 2008, pemain asal Spanyol ini menjadi kapten tim.

Fabregas kemudian hengkang dari Arsenal pada 2011 untuk pulang ke Barcelona, klub yang mendidiknya sejak anak-anak.

Namun, setelah tiga musim membela Barcelona, Fabregas kembali ke Inggris dan memperkuat Chelsea sekaligus merebut dua trofi juara Liga Inggris bersama klub London barat itu.

Fabregas mengaku frustrasi terhadap Arsenal yang tak kunjung juara. Namun, ia mengakui bahwa kepergiannya dari The Gunners terlalu prematur.

"Saya selalu frustrasi melihat klub-klub besar juara. Saya masih muda, masih semangat, memberi segalanya untuk Arsenal," ujar Fabregas dalam kanal Youtube eks-bintang Manchester United dan timnas Inggris, Rio Ferdinand.

"Saya juga ingin juara. Namun, saya tak merasa hal itu akan terjadi (di Arsenal). Namun setelah dipikir-pikir, saya seharusnya menanti dua tahun lagi di Arsenal sebelum pergi," kata Fabregas.

Bentuk frustrasinya antara lain melihat Arsenal selalu gagal merekrut pemain besar, padahal peluang ada di depan mata. Itu sebabnya Fabregas memilih pulang ke Barcelona.

"Saat itu Barcelona adalah tim terbaik di dunia. Saya punya banyak teman di sana," ujar Fabregas.

Dalam obrolan jarak jauh selama 27 menit 52 detik itu, Fabregas juga berbicara tentang hal lain. Misalnya, mengapa dirinya meninggalkan Barcelona saat masih remaja.

Fabregas mengatakan dirinya melihat banyak pemain seangkatannya yang hebat dan lebih berpeluang untuk promosi ke tim utama pada beberapa tahun kemudian. Antara lain Fabregas menyebut Andres Iniesta dan Xavi.

Lantas, dirinya yang masih 15 tahun ketika itu didekati pemandu bakat Arsenal dan Manchester United. Fabregas kemudian diajak ke markas Arsenal pada musim panas.

Berita Arsenal Lainnya: Arsenal dan Chelsea Bersaing Dapatkan Kiper Barcelona

"Ketika itu Arsenal sedang libur musim panas, Arsene Wenger (pelatih Arsenal saat itu) juga liburan pulang ke Paris. Tapi dia terbang ke London untuk menemui saya serta menunjukkan segalanya soal Arsenal.

"Bagi saya, yang masih usia 15 tahun dan bukan siapa-siapa, Wenger mau menginterupsi liburannya untuk menemui saya di London sungguh istimewa. Saya jatuh cinta pada Arsenal," Fabregas menambahkan.

Tag

Latest