Presiden PSG Bantah Terlibat dalam Kasus Suap FIFA

21 Februari 2020, 04:00 WIB
Presiden Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi. /Franck Fife / AFP
Penulis: Thoriq Az Zuhri
Editor: Thoriq Az Zuhri

  • Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, diduga terlibat dalam kasus suap FIFA.
  • Al-Khelaifi diduga bekerja sama dengan mantan Sekjen FIFA, Jerome Valcke.
  • Al-Khelaifi membantah bahwa ia pernah terlibat dalam kasus suap.

SKOR.id - Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, membantah terlibat dalam kasus suap FIFA.

Presiden Paris Siant-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi, diduga terlibat dalam kasus suap dalam tubuh FIFA.

Pria asal Qatar itu diduga bekerja sama dengan mantan Sekjen FIFA, Jerome Valcke.

Valcke dan Khelaifi bersama satu pebisnis lain diduga memanipulasi hak siar dalam turnamen besar FIFA seperti Piala Dunia dan Piala Konfederasi.

Al-Khelaifi membantah hal ini dan berharap namanya akan bersih kembali usai penyelidikan nanti usai.

Petinggi grup media BeIN Sport itu mengeluarkan pernyataan yang membantah sepenuhnya ia terlibat dalam kasus suap terhadap Valcke tersebut.

"Setelah investigasi tiga tahun yang melelahkan, yang saya selalu secara terbuka berkoordinasi, saya senang semua tuduhan soal suap itu kini ditangguhkan," ujar Al-Khelaifi dalam statemennya.

"Seperti yang saya bilang berulang kali selama tiga tahun terakhir, tuduhan ini tak pernah memiliki dasar, secara fakta maupun hukum."

Baca Juga: Transfer Braithwaite ke Barcelona Bisa Buat Aturan Liga Spanyol Berubah

Al-Khelaifi membantah sepenuhnya bahwa ia sempat meminjami Valcke Villa mewah di Sardinia, Italia, selama 18 bulan.

Total, Valcke dituduh menerima suap 1,25 juta euro melalui perusahaan miliknya dari Al-Khelaifi dan satu pebisnis lain.

Valcke kabarnya tak melaporkan hal ini ke FIFA, yang artinya bisa dikatakan sebagai memperkaya diri sendiri melalui korupsi.

Hal ini terjadi antara tahun 2013 sampai 2015 saat ia masih menjabat sebagai Sekjen FIFA.

Kabarnya, kasus ini berhubungan dengan hak siar Piala Dunia antara tahun 2018 sampai 2030 untuk daerah Yunani dan Italia.

Al-Khelaifi menganggap bahwa investigasi yang ada tercemar oleh informasi yang salah dan membuat namanya semakin buruk di media.

Ia juga mengatakan akan melakukan aksi balasan untuk media yang secara terus menerus menyerangnya selama tiga tahun terakhir.

Baca Juga: Barcelona Resmi Gaet Martin Braithwaite, Leganes Berang

 

Tag

Latest