Identitas Detroit Pistons di Era Bad Boys Banyak Ditiru Klub-klub NBA

25 Mei 2020, 07:45 WIB
Dua pebasket Detroit Pistons di era Bad Boys, Isiah Thomas (kanan) dan Dennis Rodman (kiri), harus mengeroyok Michael Jordan untuk menghentikan bintang Chicago Bulls itu dalam sebuah pertandingan NBA pada akhir 1980-an. /Twitter
Penulis: Tri Cahyo Nugroho
Editor: Tri Cahyo Nugroho

  • Detroit Pistons di era Bad Boys mampu merebut dua gelar NBA secara beruntun, 1989 dan 1990.
  • Isiah Thomas menjadi pemimpin dan otak permainan keras amun efektif yang diterapkan pelatih Chuck Daly saat itu.
  • New York Knicks dan Miami Heat menjadi dua tim dengan cap Bad Boys berikutnya setelah Detroit Pistons.

SKOR.id - Dalam wawancara dengan ESPN yang diunggah di YouTube, Sabtu (23/5/2020) lalu, legenda Detroit Pistons, Isiah Thomas, mengungkapkan satu hal menarik.

Menurut eks point guard yang tak pernah membela klub NBA selain Pistons itu (1981-1994), sejumlah tim mengadopsi filosofi permainan timnya usai juara NBA 1989 dan 1990.

Pistons dijuluki Bad Boys antara 1980–1991 dengan pilar seperti Isiah Thomas, Vinnie Johnson, Bill Laimbeer, Joe Dumars, Dennis Rodman, Rick Mahorn, dan John Salley.

Di bawah pelatih Chuck Daly yang bergabung pada 1983, Pistons mengadopsi taktik permainan fisik dengan gaya bertahan yang sangat kental.

Gaya permainan keras menjurus kasar inilah yang membuat mereka dijuluki Bad Boys.

Baca Juga: Isiah Thomas Masih Bingung dengan Sikap Michael Jordan

"Setelah Pistons, New York Knicks-lah yang melanjutkan identitas Bad Boys. Lalu Miami Heat," ujar Isiah Thomas.

Setelah Knicks dan Heat tersebut, banyak tim NBA yang mengadopsi gaya dan identitas bertahan serta filosofi menyerang Pistons di era Bad Boys tersebut.

"Dari sekian banyak taktik defense dan ofense di NBA saat ini, bila ditelusuri ke belakang, orang akhirnya akan menemukan satu nama tim, Detroit Pistons," kata Thomas.

Thomas, yang disebut-sebut pemimpin Bad Boys, lantas mencontohkan apa yang dilakukan Bill Laimbeer pada final NBA 1990, saat Pistons menghadapi Portland Trai Blazers.

"Laimbeer membuat rekor dengan melesakkan lima tembakan tiga angka beruntun di seri final itu," tutur Thomas.

"Di masa itu, tidak ada center yang mampu melepaskan tembakan tiga angka seakurat itu."

Berita Basket Lainnya: Jersi Michael Jordan di NBA 1996-1997 Terjual Rp4,3 Miliar

Isiah Thomas sendiri membuat rekor persentase 3-point field goals (tembakan tembakan tiga) angka tertinggi di seri final NBA.

"Saat melawan Portland itu, saya membuat 68 atau 69 persen tembakan tiga angka masuk," ucap Thomas, 59 tahun.

Isiah Thomas menjelaskan, Detroit Pistons tipe tim yang mampu bermain outside-in. Ia lalu meminta publik menilai gaya dan komposisi tim-tim NBA saat ini.

"Kini. Setiap tim pasti memiliki seorang center yang mampu menembak jarak jauh, point guard tidak tinggi, dan biasanya ada tiga guard di lapangan," ucap Thomas.

Menurut Isiah Thomas, Detroit Pistons era Bad Boys memiliki pengaruh dan warisan banyak teknik serta filosofi basket, utamanya di NBA.

"Setiap tim mungkin bisa bermain seperti Pistons tapi hanya Pistons yang mampu melakukannya dengan benar," kata Isiah Thomas.

Setelah era Bad Boys berakhir, Detroit Pistons baru bisa kembali juara NBA pada 2004.

Starter andalan mereka di bawah pelatih Larry Brown saat itu adalah Richard Hamilton, Ben Wallace, Rasheed Wallace, Chauncey Billups, dan Tayshaun Prince.

 

Tag

Berita Terkait

Latest