10 Legenda NBA yang Belum Pernah Juara hingga Pensiun

13 Mei 2020, 11:00 WIB
Editor: Lily Indriyani
Logo NBA.
Logo NBA. /Twitter/NBA

  • Banyak pemain NBA yang berstatus legenda namun tak pernah merasakan juara hingga pensiun.
  • Muncul pada era yang salah, disebut-sebut sebagai satu di antara alasan mengapa para legenda NBA nirgelar.  
  • Karl Malone menjadi salah satu pemain terbaik tanpa gelar juara pada era modern NBA

SKOR.id – NBA merupakan kiblat kompetisi basket dunia, sekaligus yang terkejam karena musim yang panjang. Babak reguler misalnya yang mementaskan 82 laga. 

Tapi, ganasnya NBA tak hanya terlihat dari jumlah gim dalam satu musim. Tidak sedikit bintang NBA yang gagal menjadi juara, bahkan hingga mereka pensiun. 

Fakta tersebut seolah menjadi sisi kelam dari liga basket yang mulai bergulir pada 1946 tersebut. Beberapa pemain hebat diyakini muncul pada era yang salah.

Misalnya, Karl Malone dan Charles Barkley yang melantai pada era Michael Jordan yang disebut sebagai greatest of all time.

Lalu, ada juga Allen Iverson yang mencuat di NBA saat duet LA Lakers, Shaquille O’Neal-Kobe Bryant, berada di puncak performa. 

Steve Nash, peraih dua gelar Most Valuable Player (MVP), juga harus merasakan ketatnya persaingan NBA. Utamanya di Wilayah Barat, semasa dirinya aktif. 

Berikut daftar legenda NBA yang belum pernah mengenakan cincin juara hingga memutuskan pensiun, diolah dari berbagai sumber:

  1. Karl Malone

Posisi: Power Forward (1985-2004)

Titel MVP: 2 (1996-97, 1998-1999)

Penampilan di final: 3 (1996-1997, 1997-1998, 2003-2004)

Raihan dua gelar MVP dan tiga kali tampil di final menjadi bukti kehebatan pemain berjulukan The Mailman itu. Sayang, di masa jaya, dia harus menghadapi Michael Jordan.

Dua kali membawa Utah Jazz ke final, masing-masing pada NBA 1996-1997 dan 1997-1998, Karl Malone selalu gagal mengalahkan Michael Jordan dan Chicago Bulls-nya.

Ironisnya, usai MJ pensiun, Karl Malone justru tak mampu membawa Utah Jazz melenggang sampai ke final.

Hingga pada NBA 2003-2004, dirinya memutuskan berlabuh di LA Lakers untuk membuat superteam bersama Kobe Bryant, Shaquille O’Neal, dan Gary Payton.

Sayang, ia lagi-lagi tak beruntung. Kembali menjejak final, Karl Malone tetap gagal juara karena Lakers dikalahkan Detroit Pistons dengan skor series 1-4. 

  1. Charles Barkley

Posisi: Power Forward (1984-2000)

Titel MVP: 1 (1992-1993)

Penampilan di final: 1 (1992-1993)

Charles Barkley punya kesempatan membawa Phoenix Suns juara NBA 1992-1993 karena timnya menjadi yang terbaik pada fase reguler.

Pada musim tersebut dirinya juga mendapatkan gelar MVP. Namun, di final, ia dan Pheonix Suns diadang oleh Michael Jordan dan Chicago Bulls.

Suns kalah 2-4 dari klub berlogo kepala banteng itu. "Sejak gim kedua final NBA 1992-1993, saya baru sadar ada pemain yang lebih baik dari saya," ujar Charles Barkley. 

Tiga musim berselang, Barkley mencoba peruntungan dengan pindah ke Houston Rockets untuk bergabung dengan dua bintang besar lain: Hakeem Olajuwon dan Clyde Drexler.

Namun, dirinya tetap gagal juara. Padahal, bersama Hakeem Olajuwon dan Clyde Drexler, Houston Rockets keluar sebagai kampiun NBA 1994-1995.

  1. Patrick Ewing

Posisi: Center (1985-2002)

Titel MVP: -

Penampilan di final: 2 (1993-1994, 1998-1999)

Selama ada Michael Jordan, Patrick Ewing tak pernah mampu membawa New York Knicks melaju ke final NBA.

Kesempatan merasakan atmosfer laga puncak datang kepada Patrick Ewing saat MJ vakum dari basket, yakni 1993-1994 dan 1998-1999.

Sayang, pada dua final NBA itu, dia dan New York Knicks selalu gagal. Pada 1993-1994, mereka digagalkan Houston Rockets.

Sedangkan pada musim 1998-1999, giliran San Antonio Spurs yang merajai pertandingan kontra Knicks tersebut.

  1. Steve Nash

Posisi: Point Guard (1996-2015)

Titel MVP: 2 (2004-2005,2005-2006)

Penampilan di final: -

Steve Nash adalah salah satu point guard terbaik sepanjang sejarah NBA. Dua gelar MVP merupakan bukti nyata dari label yang melekat kepadanya itu.

Puncak kariernya terjadi saat membela Phoenix Suns pada medio 2004-2012. Steve Nash mampu membawa timnya lolos ke final Wilayah Barat, tiga kali. 

Namun, dirinya selalu gagal mencapai final hingga pada 2012, hijrah ke LA Lakers untuk bergabung dengan Kobe Bryant dan Pau Gasol.

Sayang, saat itu, karier Kobe Bryant, Pau Gasol, maupun Steve Nash sudah mulai meredup dan kalah dari banyak klub rival. 

  1. Allen Iverson

Posisi: Point Guard (1996-2010)

Titel MVP: 2000-2001

Penampilan di final: 2000-2001

Allen Iverson adalah salah satu pemain paling atraktif yang pernah ada dalam NBA. Pada 2000-2001, ia mengalami puncak performa.

Selain meraih gelar MVP, Allen Iverson juga membawa Philadelphia 76ers lolos ke final dan menghadapi LA Lakers. 

Namun, duet Shaquille O’Neal-Kobe Bryant mampu mempecundangi Philadelphia 76ers dengan skor series 4-1.

  1. John Stockton

Posisi: Point Guard (1984-2003)

Titel MVP: -

Penampilan di final: 2 (1996-1997, 1997-1998)

John Stokcton adalah raja assists pada zamannya. Umpan-umpannya benar-benar memanjakan rekan-rekannya, terutama Karl Malone yang merupakan pencetak poin utama di Utah Jazz.

Melalui pola pick and roll, ia dan Malone membawa Jazz dua kali menantang Chicago Bulls di final, tapi hasilnya selalu kalah.

  1. Dikembe Mutombo

Posisi: Center (1991-2009)

Titel MVP: -

Penampilan di final: 2 (2000-2001, 2002-2003)

Dikembe Mutombo merupakan salah satu pemain asing terbaik yang pernah ada di NBA. Berasal dari Kongo, dia selalu jadi pilar klub yang dibelanya.

Total, Dikembe Mutombo tampil pada delapan perhelatan NBA All-Star.

Kesempatan emasnya mendapatkan cincin juara datang saat membela Philadelphia 76ers pada NBA 2000-2001 dan New Jersey Nets, 2002-2003.

Pada kedua musim tersebut dirinya mampu mencapai final. Namun, Dikembe Mutombo selalu kalah masing-masing dari LA Lakers dan San Antonio Spurs.

  1. Reggie Miller

Posisi: Shooting Guard (1987-2005)

Titel MVP: -

Penampilan di final: 1 (1999-2000)

Reggie Miller salah satu penembak three point terhebat dalam sejarah NBA. Sejak membela Indiana Pacers pada 1987, dirinya menjelma sebagai bintang klub.

Pemain bernama lengkap Reginald Wayne Miller tersebut tampil di final pada 1999-00.

Sayang, mereka berhadapan dengan LA Lakers. Reggie Miller pun tak kuasa membawa Indiana Pacers menundukkan Shaquille O’Neal dan kawan-kawan hingga kalah 2-4.

  1. Tracy McGrady

Posisi: Small Forward/Shooting Guard (1997-2013)

Titel MVP: -

Penampilan di final : 1 (2012-2013)

Tracy McGrady dengan serangan mematikan. Titel scoring champion dua musim berturut-turut bersama Houston Rockets, 2002-2003 dan 2003-2004, jadi bukti. 

Pemain kelahiran Bartow, Florida, AS, 24 Mei 1979 itu melewati masa jayanya dengan Orlando Magic dan Houston Rockets. 

Namun, T-Mac, sapaan Tracy McGrady, tak pernah melaju sampai final Wilayah. Catatan ini menjadikannya masuk daftar legenda NBA tanpa gelar juara.

Kesempatannya emasnya untuk meraih trofi Larry O'Brien datang saat kariernya sudah meredup, yaitu pada NBA 2012-13.

Pada musim itu, T-Mac tercatat sebagai pemain San Antonio Spurs. Sayang, timnya harus puas jadi runner-up usai kalah 3-4 dari Miami Heat dalam laga final yang epik.

  1. Shawn Kemp

Posisi: Power Forward/Center (1989-2003)

Titel MVP: -

Penampilan di final: 1 (1995-1996)

Berkolaborasi dengan Gary Payton, Shawn Kemp sempat membuat Seattle Supersonics menjadi klub yang disegani pada era 1990-an.

Puncaknya terjadi pada NBA 1995-1996, di mana tim yang kini bernama Oklahoma City Thunder itu menantang Chicago Bulls di final.

Seattle Supersonics gagal mengadang Chicago Bulls dan Michael Jordan yang kala itu merajai NBA dan kalah, 3-4.

Dalam perjalanannya, Shawn Kemp berpetualang ke beberapa klub seperti Cleveland Cavaliers, Portland Trail Blazers, dan Orlando Magic.

Namun, dirinya tak pernah meraih gelar hingga pensiun pada 2003. Deretan fakta ini membuat Shawn Kemp layak masuk daftar legenda NBA yang nirgelar.

 

 

 

 

Tag

Video

Berita Terkait

NBA

Rabu, 25 Maret 2020

5 Pemain NBA Terbaik Sepanjang Sejarah Versi Trae Young

Pemain Atlanta Hawks, Trae Young, menunjuk lima pemain NBA terbaik sepanjang masa pilihannya via cuitan akun twitter.

NBA

Rabu, 22 April 2020

6 Rekan Terbaik Michael Jordan Saat Membawa Chicago Bulls Raih Enam Titel NBA

Selama berkarier di NBA, Michael Jordan memiliki banyak rekan setim yang hebat.

Entertainment

Minggu, 26 April 2020

10 Kutipan Menarik dari Film Dokumenter Michael Jordan, The Last Dance Episode 1

The Last Dance adalah serial dokumenter tentang Michael Jordan yang tayang di ESPN dan Netflix.

Terbaru

Basket

Senin, 25 Oktober 2021

Bantu Percepatan Pembebasan Sanksi WADA, Perbasi Teken MoU dengan LADI

Kabar Indonesia dijatuhi sanksi oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menyita perhatian masyarakat belakangan ini.

IBL

Senin, 25 Oktober 2021

Jadi Komentator IBL Rookie Combine, Bugi Setiawan Sempat Deg-degan

Bagi para penggemar basket Indonesia, nama Bugi Setiawan pasti cukup akrab. Ya, Bugi adalah salah satu pebasket yang naik daun pada awal 2000an hingga dia pensiun pada 2011.

IBL

Senin, 25 Oktober 2021

Sambut IBL 2022, Dewa United Surabaya Rekrut Manajer Baru dengan Segudang Prestasi

Zaki Iskandar adalah mantan manajer Satya Wacana Salatiga selama 10 tahun.

Basket

Senin, 25 Oktober 2021

Pecahkan Rekor, Sepatu Kets Bekas Michael Jordan Laku Rp21 Miliar

Bisa memiliki memorabilia atlet idola boleh jadi merupakan mimpi terbesar bagi setiap penggemar.

NBA

Senin, 25 Oktober 2021

Update Hasil NBA 2021-2022 Hari Ini

Dapatkan hasil NBA 2021-2022 secara lengkap di halaman ini yang akan diperbarui terus setiap harinya.

NBA

Senin, 25 Oktober 2021

Hasil NBA 2021-2022: Free Throw Ja Morant Gagal, Lakers Raih Kemenangan Pertama

LA Lakers meraih kemenangan perdana di NBA 2021-2022 usai menundukkan Memphis Grizzlies, 121-118, hari ini.

NBA

Minggu, 24 Oktober 2021

Hasil NBA 2021-2022: Paul George Menggila, Tapi LA Clippers Tetap Kalah

Performa luar biasa kembali tersuguh di NBA 2021-2022, setelah Paul George menyumbang 41 poin dalam laga terbaru LA Clippers, Minggu (24/10/2021).

Basket

Sabtu, 23 Oktober 2021

Ciptakan Demam Piala Dunia FIBA 2023, Perbasi Segera Gelar Kompetisi di 80 Kota

Perbasi merancang kompetisi di 80 kota/kabupaten dengan tujuan menggelorakan Piala Dunia FIBA 2023.

Basket

Sabtu, 23 Oktober 2021

Wawancara Eksklusif Riko Hantono: Jadi Juara adalah Hal Kecil, Prosesnya yang Berkesan

Riko Hantono menceritakan indahnya proses menjadi juara saat masih berkarier sebagai pebasket.

Basket

Sabtu, 23 Oktober 2021

Alasan Perbasi Pilih AS untuk TC Timnas, Salah Satunya Mudah Cari Lawan Tanding

Longgarnya prokes Covid-19 di AS membuat Perbasi memilih Negeri Paman Sam sebagai lokasi TC timnas basket.

Terpopuler Satu Pekan

Keyword Populer

Sepak Pojok

X