Bos Yamaha Ungkap Alasan Valentino Rossi Belum Juga Sepakati Kontrak

1 Agustus 2020, 21:45 WIB
Pembalap veteran Tim Monster Energy Yamaha Valentino Rossi mengaku harus beradaptasi dengan banyak hal agar bisa tetap kompetitif dalam MotoGP. /Twitter.com/Monster Energy Yamaha MotoGP/@YamahaMotoGP
Penulis: Muhamad Fadli Ramadan
Editor: Doddy Wiratama

SKOR.id – Team Principal Yamaha, Lin Jarvis, mengungkap masih ada beberapa detail yang perlu diselesaikan dalam proses negosiasi Valentino Rossi dan Petronas Yamaha SRT.

Sebelumnya, muncul kabar bahwa Valentino Rossi bakal mengumumkan masa depannya di tengah bergulirnya dua seri MotoGP 2020 di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Namun ternyata, masa depan Valentino Rossi tak kunjung jelas. Pria 41 tahun itu justru bakal mengonfirmasi masa depannya saat GP San Marino 2020 bergulir September nanti.

Sejauh ini, Valentino Rossi hanya mengatakan bahwa negosiasi dengan Petronas Yamaha SRT sudah mencapai 99 persen dan ia pasti akan berlomba dengan Yamaha di MotoGP 2021.

Pernyataan Valentino Rossi itu rupanya turut diamini oleh bos Monster Energy Yamaha, Lin Jarvis.

“Tidak ada masalah dalam proses negosiasi dengan Rossi, tetapi beberapa detail perlu diselesaikan,” kata Jarvis seperti dikutip Skor.id dari Tuttomotoriweb.com.

“Itu membutuhkan waktu sedikit lebih lama. Yamaha tak ingin mengonfirmasi apa pun hingga kontrak benar-benar ditandatangani,” ia melanjutkan.

Salah satu yang menghambat negosiasi adalah masalah komposisi kru. Valentino Rossi merupakan seorang pembalap yang selalu membawa krunya ke mana pun ia pergi.

Kali ini, Rossi ingin membawa kru terbaiknya ke tim satelit Yamaha. Namun, Petronas Yamaha SRT tak mau mengubah struktur tim

Akan tetapi, masalah ini telah menemukan titik terang ketika Fabio Quartararo mengatakan ingin memboyong krunya saat ini ke tim pabrikan Yamaha pada tahun depan.

“Perlu ditekankan bahwa kami membutuhkan persetujuan dari ketiga pihak. Mereka harus menyutujui perjanjian sebelum menandatangani apa pun,” ujar Jarvis.

“Valentino akan meneken kontrak dengan Yamaha, tetapi dia akan ditempatkan di tim SRT. Itu terdengar mudah, tetapi tak sesederhana itu.”

“Ini adalah tentang mendefinisikan dengan tepat semua kewajiban, hak, dan pengaturan semua orang yang terlibat,” ia melanjutkan.

Sementara itu, Razlan Razali selaku Team Principal Petronas Yamaha SRT percaya diri dapat mengumumkan Valentino Rossi bergabung dengan timnya pada September mendatang.

Meski demikian, Lin Jarvis tak ingin memberikan jadwal pasti karena segala sesuatunya masih dalam pembicaraan yang cukup alot.

“Sulit untuk memberikan tanggal spesifik karena bagian kuasa hukum legalitas kami sangat sibuk saat ini,” ujar Jarvis.

“Kami melanjutkan pembicaraan dengan santai. Kami berhubungan dengan setiap orang yang terlibat. Kami beraksi dengan niat baik,”  ia menjelaskan.

Bos Yamaha Petronas SRT Razlan Razali (kanan) bercengkerama dengan Prinsipal Tim Monster Energy Yamaha Lin Jarvis dalam sebuah kesempatan. MotoGP/motogp.com

Lin Jarvis pun berharap apa yang disampaikan oleh Razlan Razali benar dan Valentino Rossi akan tetap bersama Yamaha pada tahun depan.

“Mungkin kesepakatan bisa terjadi bertepatan dengan MotoGP San Marino. Pada saat itu kami mungkin sudah siap dan memiliki sesuatu untuk dikatakan,” kata Jarvis.

“Kami masih berdiskusi dengan Valentino dan SIC mengenai komposisi tim teknis. Seleksi anggota kru menjadi salah satu elemen yang detailnya belum selesai disepakati.”

Menurut Lin Jarvis proses penentuan komposisi tim ini tak akan menunda negosiasi kontrak walaupun faktor teknis adalah elemen penting untuk persiapan menyongsong musim 2021.

Bagi Lin Jarvis, proses negosiasi kontrak antara Valentino Rossi dan Petronas Yamaha SRT bisa diselesaikan segera karena masih banyak detail yang perlu didiskusikan.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Baca berita MotoGP lainnya:

Wawancara Valentino Rossi: Harus Adaptasi dengan Banyak Hal dalam MotoGP

Keraguan Bos Petronas Hilang Setelah Valentino Rossi Raih Podium di GP Andalusia

Tag

Berita Terkait

Latest