Apa yang Terjadi Sejak Vietnam Kalah dari Timnas Indonesia di Final Piala AFF U-19 2013

9 Juni 2021, 17:23 WIB
Editor: Rais Adnan
Starter timnas Vietnam berpose sebelum meladeni sang adik Vietnam U-22 pada uji coba internal di Stadion Cam Pha, 23 Desember 2020.
Starter timnas Vietnam berpose sebelum meladeni sang adik Vietnam U-22 pada uji coba internal di Stadion Cam Pha, 23 Desember 2020. /Bongda24h.vn

  • Timnas Vietnam menjadi kekuatan yang menakutkan di persepakbolaan Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir.
  • Tak sampai 10 tahun lalu, sepak bola Vietnam sempat jatuh bangun dan tersandung masalah hukum.
  • Namun perlahan-lahan sepak bola Vietnam kini bangkit dan mampu menumbangkan Indonesia dengan skor telak, 0-4, pada Senin (7/6/2021).  

SKOR.id - Timnas Vietnam yang pernah dikalahkan timnas Indonesia di final Piala AFF U-19 2013 kini menjadi kekuatan yang menakutkan di persepakbolaan Asia Tenggara.

Timnas Vietnam menjadi tim ASEAN yang memiliki ranking FIFA paling tinggi, yakni di posisi ke-92 dunia.

Vietnam bahkan sudah menggeser Thailand yang dulunya menjadi tim paling disegani di Asia Tenggara.

Namun, sebelum seperkasa saat ini, sepak bola Vietnam pernah mengalami jatuh bangun dalam prosesnya.

Tim beralias Golden Stars ini juga pernah ditekuk timnas Indonesia pada final Piala AFF U-19 2013 lewat drama adu penalti.

Kala itu, timnas Indonesia yang dilatih Indra Sjafri mencuri perhatian dengan menggondol gelar juara Piala AFF usia muda untuk pertama kalinya.

Evan Dimas dan kolega juga dielu-elukan sebagai generasi emas yang bakal menjadi tulang punggung timnas Indonesia pada masa mendatang.

Dilansir dari Esquiresg, sepak bola Vietnam sempat dilanda krisis dan praktik korupsi di kalangan petinggi.

Itu terjadi pada 2012, ketika pebisnis sekaligus petinggi Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) ditangkap karena kasus mangkir pajak dan perdagangan ilegal. Dua tahun kemudian ia dijatuhi vonis 30 tahun penjara.

Tak hanya itu, tim papan atas Liga Vietnam (V League) juga terancam kebangkrutan karena kesulitan finansial dan manajemen yang buruk.

Tetapi perlahan-lahan sepak bola Vietnam bangkit dari keterpurukan. Kekalahan dari Indonesia di final Piala AFF U-19 2013 turut menjadi salah satu pemicu.

Pemain timnas Indonesia U-19 mengangkat piala juara Piala AFF U-19 2019 di Sidoarjo setelah mengalahkan Vietnam lewat drama adu penalti.
Pemain timnas Indonesia U-19 mengangkat piala juara Piala AFF U-19 2019 di Sidoarjo setelah mengalahkan Vietnam lewat drama adu penalti. (Dok. Media PSSI)

Vietnam mulai membenahi pembinaan pemain muda sejak di level akar rumput. Salah satu yang berperan paling besar dalam melahirkan pemain-pemain muda potensial Vietnam adalah HAGL-Arsenal JMG Academy.

Hoang Anh Gia Lai (HAGL), klub Liga Vietnam, bekerja sama dengan Arsenal, tim Premier League, dan JMG Academy dari Prancis untuk membuka akademi sepak bola usia muda di negara tersebut.

Pemain-pemain yang diorbitkan HAGL-Arsenal JMG Academy kelak menjadi tulang punggung timnas Vietnam di level senior.

Selain di level akademi, pemain Vietnam yang masuk skuad kala ditekuk Indonesia pada 2013 juga terus menunjukkan progres.

Bahkan, masih banyak pemain alumni Piala AFF U-19 2013 yang bertahan di skuad timnas Vietnam kala berhadapan dengan Indonesia pada Senin (7/6/2021).

Beberapa pemain andalan seperti Nguyen Cong Phuong, Nguyen Van Toan, Pham Duc Huy, Luong Xuan Truong, dan Vu Van Thanh tampil di final Piala AFF U-19 dan masih melawan timnas Indonesia beberapa waktu lalu.

Sementara itu, di kubu Indonesia, tak banyak jebolan Piala AFF U-19 2013 yang kini masih bertahan di level tertinggi.

Bahkan di timnas Indonesia kini hanya tercatat nama Evan Dimas, yang masih dipercaya skuad Merah Putih.

Pelatih timnas Vietnam, Park Hang-seo.
Pelatih timnas Vietnam, Park Hang-seo. (Dok. VFF)

Jurnalis Vietnam, Erick Bui, menilai ada empat faktor yang membuat sepak bola di Negeri Paman Ho berkembang pesat.

Faktor pertama dan kedua, adalah soal investasi dalam pembentukan akademi dan konsisten dalam pengembangannya.

Erick Bui mengungkapkan, memang tidak semua klub Vietnam serius dengan pengembangan pemain usia muda.

"Beberapa klub telah berinvestasi secara memadai dalam infrastruktur dan program pelatihan selama bertahun-tahun. Yang paling terkenal adalah HAGL, Ha Noi FC dan PVF. Tak heran jika para pemain mereka kini mayoritas berada di timnas," katanya.

Dibandingkan Indonesia, saat ini memang belum banyak klub yang berani berinvestasi besar dalam hal pengembangan pemain usia muda.

Bahkan, ada klub yang untuk ikut Elite Pro Academy misalnya, baru membentuk tim dalam waktu yang singkat, yakni hanya sekitar dua atau tiga bulan sebelum penyelenggaraan.

Tentunya ini bukan hal yang diinginkan oleh PSSI ketika membuat program Elite Pro Academy U-16, U-18, dan U-20.

Dari program itu diharapkan, klub-klub jadi lebih peduli dengan pembentukan tim akademi secara berjenjang dan berkesinambungan, yang hasilnya bisa menyuplai sebanyak-banyaknya pemain berkualitas untuk timnas kelompok umur.

Namun PSSI juga harus bisa membuat kompetisinya konsisten dan berkualitas. Sehingga klub-klub juga tidak ragu untuk mengembangkan akademi mereka, yang pastinya juga akan menjadi salah satu penilaian utama dalam hal mendapatkan lisensi klub profesional AFC (aspek sporting merit).

Selanjutnya, untuk faktor ketiga bangkitnya sepak bola Vietnam saat ini adalah terkait profesionalisme pemain mereka.

"Separuh dari skuad timnas U-19 pada Piala AFF 2013, saat ini masih bermain di level internasional. Itu membuktikan mereka telah mempertahankan performa mereka secara konsisten, tidak seperti generasi sebelumnya, yang ketika berada di puncak lebih awal menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu," Erick Bui menuturkan.

"Pemain timnas Vietnam saat ini lebih baik daripada sebelumnya dalam hal gaya hidup dan etos latihan. Dampaknya, profesionalisme itu membawa perubahan positif bagi kondisi fisik mereka," ia menambahkan.

Melihat hal itu, ini berbeda dengan para pemain muda Indonesia yang kebanyakan sudah terkena star syndrome ketika popularitas mereka mulai mencuat.

Terkesan, para pemain muda Indonesia cepat puas dengan apa yang sudah dicapai. Hal itu yang harus bisa diperbaiki lagi dalam sistem pembinaan sepak bola kita.

Jadi, sebenarnya bukan cuma dari pemain itu sendiri. Tapi juga menjadi tanggung jawab PSSI, PT LIB, maupun stakeholder lainnya di sepak bola Indonesia.

Benahi sistem kurikulum akademi, kemudian menyelenggarakan kompetisi dari level kelompok umur hingga profesional yang berjenjang dan konsisten. Karena hal itu menjadi faktor utama untuk pengembangan pemain.

Apalagi lewat kompetisi yang baik, para pemain juga bisa terus mengembangkan potensi mereka.

Seperti diketahui, untuk kurikulum akademi, PSSI sebenarnya sudah membuat Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia). Tapi sosialisasi dan penerapan terhadap kurikulum itu berjalan baik atau tidak, masih belum bisa dinilai secara pasti.

Selain itu, saat ini yang terjadi di kompetisi Indonesia masih belum stabil dan konsisten. Malah terkadang untuk jadwal pertandingan saja masih sering berubah di tengah jalan. Itu tidak terlepas dari situasi politik dan keamanan di daerah klub masing-masing.

Belum lagi di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, bisa dibilang kompetisi Indonesia cukup tertinggal dari beberapa negara Asia Tenggara lainnya termasuk Vietnam.

Ya, Vietnam sudah mulai menggulirkan kembali kompetisi mereka sejak tahun lalu, meski di tengah pandemi. Bahkan, sudah sempat menghadirkan penonton dalam jumlah banyak. 

Sedangkan Indonesia, baru direncanakan mulai kembali pada 10 Juli nanti. Itu pun masih sempat dibumbui perdebatan apakah bakal ada sistem promosi-degradasi atau tidak. Walaupun akhirnya hal itu bisa diselesaikan.

Belum lagi di level Liga 2, sepertinya masih belum menemui kata sepakat soal format kompetisi yang akan diterapkan.

Nasib Liga 3 pun sejauh ini formatnya seperti apa masih belum begitu detail diketahui. Hanya dipastikan tetap akan bergulir pada tahun ini. Begitu juga Elite Pro Academy dari U-16, U-18, hingga U-20.

Kemudian untuk faktor keempat, Vietnam, masih menurut Erick Bui, telah memilih pelatih yang tepat yaitu Park Hang-seo.

"Park Hang-seo berada di tempat dan waktu yang tepat. Filosofinya bekerja dengan sempurna untuk para pemain. Dia membuat ikatan yang kuat dengan pemain dan mendapatkan respek dari mereka. Kebalikannya, pelatih asing sebelumnya kerap dipandang skeptis dan jarang mendapat dukungan dari pemain," ia menuturkan. 

Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kaca mata) pada pemusatan latihan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Mei 2021.
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kaca mata) pada pemusatan latihan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Mei 2021. DOK PSSI

Jika berbicara soal pelatih timnas Indonesia saat ini, Shin Tae-yong, rasanya sudah ada di jalur yang tepat.

Pelatih asal Korea Selatan itu berani untuk menghadirkan skuad timnas Indonesia dengan berisikan para pemain muda. Ia berani mengambil risiko untuk tidak membawa para pemain senior yang lebih berpengalaman untuk membangun wajah baru timnas Indonesia.

Respek pun didapatkannya dari para pemain, terlebih dengan ketegasan yang diterapkannya.

Kalau PSSI dan masyarakat sepak bola Indonesia mau bersabar dan tidak terburu-buru terpatok pada hasil saat ini, mungkin Shin Tae-yong bisa membawa skuad Garuda berprestasi di level internasional. 

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor.id (@skorindonesia)

Baca Juga Berita Timnas Vietnam Lainnya:

Shin Tae-yong Desak AFC Investigasi Keputusan Kontroversial Wasit pada Gol Timnas Vietnam

Alasan Timnas Vietnam Tak Jadi Bawa Kiper Cerezo Osaka di Kualifikasi Piala Dunia

Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Pelatih Timnas Vietnam Dapat Kabar Baik

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Timnas Indonesia

Selasa, 8 Juni 2021

Menpora Akui Timnas Indonesia Kalah Kelas dari Vietnam dan Memaklumi Kekalahan

Menpora RI, Zainudin Amali merespons kekalahan timnas Indonesia dari Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Timnas Indonesia

Rabu, 9 Juni 2021

Jelang Timnas Indonesia vs Uni Emirat Arab, Bek Persebaya Tegaskan Ingin Menang

Arif Satria ingin mempersembahkan kemenangan bagi timnas Indonesia di laga terakhir Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022.

Timnas Indonesia

Rabu, 9 Juni 2021

Shin Tae-yong Memotivasi Pemain Timnas Indonesia Jelang Laga Kontra UEA

Kekalahan dari Vietnam cukup menyakitkan bagi timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong, tetapi mereka harus segera menghadapi UEA

Terbaru

Timnas Indonesia

Sabtu, 19 Juni 2021

Kabar Duka, Pelatih yang Bawa Timnas Indonesia ke Final Piala AFF Pertama Kali Meninggal Dunia

Mantan pelatih timnas Indonesia di Piala Tiger (sekarang Piala AFF) 2000, Dananjaya, tutup usia.

Timnas Indonesia

Jumat, 18 Juni 2021

Eksklusif Ezra Walian: Shin Tae-yong Sosok yang Dibutuhkan Timnas Indonesia

Penyerang Persib Bandung, Ezra Walian, memberi penilaian terhadap pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Timnas Indonesia

Rabu, 16 Juni 2021

Lewat Jalur Playoff, Ini Skenario Kelolosan Timnas Indonesia ke Piala Asia 2023

Timnas Indonesia masih punya asa untuk tampil di Piala Asia 2023 melalui jalur playoff.

Timnas Indonesia

Rabu, 16 Juni 2021

Rapor Tim Asia Tenggara di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Timnas Indonesia Setara Kamboja

Negara-negara ASEAN telah melakoni pertandingan putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022, berikut rapor tim-tim tersebut.

Timnas Indonesia

Rabu, 16 Juni 2021

Fransiskus Jekson Bofra, Calon Penerus Boaz Solossa dari Seleksi Indonesia U-16

Satu pemain asal Papua itu ialah Fransiskus Jekson Bofra, pemain berusia 15 tahun yang berambisi menjadi seperti Boaz Solossa.

Timnas Indonesia

Selasa, 15 Juni 2021

Ini Janji Ezra Walian untuk Timnas Indonesia Pascapermohonan PSSI Dikabulkan FIFA

Ezra Walian bahagia luar biasa karena akhirnya mendapat lampu hijau dari FIFA untuk kembali membela timnas Indonesia.

Timnas Indonesia

Senin, 14 Juni 2021

Eksklusif Ezra Walian: Asa PSSI Bantu Tuntaskan Masalah Administrasi ke FIFA Tercapai

Penyerang Persib Bandung, Ezra Walian berbicara tentang masalahnya untuk bisa membela timnas Indonesia.

Timnas Indonesia

Senin, 14 Juni 2021

Resmi, Ezra Walian Dipastikan Bisa Membela Timnas Indonesia di Laga FIFA

Ezra Walian dipastikan sudah bisa memperkuat timnas Indonesia dalam turnamen resmi yang diselenggarakan AFC, AFF, atau FIFA

Timnas Indonesia

Minggu, 13 Juni 2021

PSSI Bertemu FIFA untuk Bahas Sejumlah Program, Termasuk Piala Dunia U-20

PSSI melakukan pertemuan dengan FIFA untuk pertama kali sejak pandemi Covid-19 melanda dunia di Dubai, Uni Emirat Arab, Sabtu (12/6/2021).

Timnas Indonesia

Sabtu, 12 Juni 2021

Ketua Umum PSSI Apresiasi Persaingan Ketat pada Seleksi Pemain Timnas U-16 Indonesia

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menyambut positif aura kompetitif yang tersaji dalam seleksi pemain timnas U-16 Indonesia.
X