Alasan Indonesia Menolak Penundaan SEA Games Hanoi menurut KOI

Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari saat memimpin paparan bidding tuan rumah olimpiade 2032 kepada IOC .
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari saat memimpin paparan bidding tuan rumah olimpiade 2032 kepada IOC . /dok. Humas NOC Indonesia

  • Bersama dengan tujuh negara ASEAN lain, Indonesia menolak rencana penundaan SEA Games 2021 Hanoi.
  • Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, beralasan penundaan SEA Games akan menimbulkan masalah baru.
  • Okto khawatir penundaan SEA Games Hanoi akan mengakibatkan permasalahan anggaran serta padatnya agenda olahraga tahun depan.

SKOR.id - Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan alasan penolakan Indonesia atas rencana penundaan SEA Games 2021.

Indonesia resmi mengumumkan penolakan atas rencana Vietnam menunda penyelenggaraan SEA Games Hanoi.

Hal ini dikonfirmasi Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, dalam Rapat Kerja SEA Games Federation (SEAGF) yang digelar Rabu (9/6/2021) hari ini.

Indonesia bergabung dengan Brunei Darussalam, Kamboja, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand yang sama-sama menolak penundaan SEA Games.

"Kami keberatan jika SEA Games ke-31 ditunda ke 2022 karena anggaran tahun ini sudah dialokasikan dan harus ada pertanggungjawaban," ujar Okto, sapaan akrabnya.

"Jika ditunda ke 2022, pengajuan anggaran tahun depan belum ada. Selain itu, penundaan mengakibatkan SEA Games berikutnya di Kamboja hanya berselang satu tahun," tuturnya.

Seperti diketahui, dalam Rapat Kerja SEAGF hari ini, perwakilan Vietnam menyampaikan keinginan untuk menunda SEA Games.

Sebabnya, tak lain adalah karena adanya peningkatan jumlah kasus Covid-19 di negara mereka.

Vietnam mengusulkan pesta olahraga dua tahunan tersebut digeser ke pertengahan Mei atau Juni 2022.

Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari menghadiri rapat daring SEA Games Hanoi dengan sekretaris jenderal Ferry J Kono, wasekjen Wijaya Noeradi, serta anggota Komite Eksekutif Teuku Arlan Perkasa Lukman.
Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari menghadiri rapat daring SEA Games Hanoi dengan sekretaris jenderal Ferry J Kono, wasekjen Wijaya Noeradi, serta anggota Komite Eksekutif Teuku Arlan Perkasa Lukman. dok. Humas NOC Indonesia

Selain menimbulkan persoalan dalam anggaran, penundaan SEA Games juga akan membuat kalender tahun depan semakin padat.

Indonesia, misalnya, akan mengikuti setidaknya tiga ajang multievent, yakni Asian Indooe Martial Arts Games (AIMAG) Bangkok, Islamic Solidarity Games (ISG) Kenya, dan Asian Games Hangzhou.

"Semua atlet, pelatih, hingga ofisial Indonesia sudah divaksin. Masihada waktu lima bulan lagi untuk merealisaikan SEA Games Hanoi tepat waktu," kata Okto melanjutkan.

"Olimpiade Tokyo 2020 juga masih sesuai jadwal dan kita bisa mengadopsi protokol kesehatan untuk diterapkan saat SEA Games. Jika tuan rumah menghadapi kesulitan, kami rasa semua negara ASEAN akan siap membantu."

Menanggapi penolakan dari mayoritas negara peserta SEAGF, NOC Vietnam meminta waktu untuk berdiskusi dengan pihak pemerintah.

Hasilnya akan dibawa dalam Rapat SEAGF berikutnya yang akan diselenggarakan pada 24 Juni mendatang.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Skor.id (@skorindonesia)

Berita KOI lainnya:

Jelang Presentasi Kedua Pencalonan Tuan Rumah Olimpiade, KOI Matangkan Persiapan

Eko Yuli Irawan dan PB PABSI Berselisih, KOI Siap Mediasi

Ingin Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032, KOI Hubungi Jepang

  • Sumber: Antara
  • X