10 Tahun Josep Guardiola Setia kepada Filosofinya, Apa yang Salah

30 Mei 2021, 22:10 WIB
Penulis: Irfan Sudrajat
Editor: Irfan Sudrajat
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, saat memperhatikan anak asuhnya dalam leg pertama babak 16 besar menghadapi Real Madrid di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis 27 Februari 2020.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, saat memperhatikan anak asuhnya dalam leg pertama babak 16 besar menghadapi Real Madrid di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis 27 Februari 2020. /Javier Soriano/AFP

SKOR.id - Kekalahan Manchester City dari Chelsea mengakumulasi 10 tahun kesulitan Josep Guardiola di ajang Liga Champions.

Sejak meninggalkan Barcelona, pelatih yang dianggap sangat sukses ini justru mengalami penderitaan karena tidak mampu menghadapi gaya sepak bola saat ini.

Ya, Josep Guardiola dalam kariernya telah memenangkan total 31 gelar sebagai pelatih. Dua di antaranya diraih pada 2020-2021 ini yaitu Liga Inggris dan Piala Liga Inggris.

Namun, kegagalan timnya dalam final Liga Champions, kalah 0-1 dari Chelsea, memperlihatkan bahwa Pep kembali menghadapi persoalan sulitnya menerapkan filosofi sepak bola di kompetisi domestik ke ajang Eropa.

Menghadapi The Blues, Josep Guardiola mengalami kekalahan untuk kali pertama dalam fase final, setelah sebelumnya sempat sukses bersama Barcelona meraih dua gelar Liga Champions.

Dengan demikian pula, Manchester City, harus kembali menunggu untuk ke final lagi, momen yang idealnya dapat mereka tuntasnya pada Sabtu (29/5/2021) malam lalu itu.

Dan, semua itu karena Josep Guardiola. Lalu, apa sebenarnya yang terjadi kepada Josep Guardiola sehingga dirinya kini sulit meraih sukses di ajang Eropa?

Publik sepak bola Eropa pun sulit untuk menjelaskan, mengapa pelatih yang dianggap terbaik di dunia ini tidak pernah lagi meraih gelar Liga Champions selama 10 tahun ini.

Ada satu penyebab utama, yaitu berubahnya arah permainan sepak bola.

Dalam 10 tahun terakhir, telah terjadi perubahan bahwa sepak bola saat ini dimainkan dengan sepak bola yang mengandalkan fisik dan permainan yang langsung.

Ada yang menyebutnya sebagai direct football yang lain menyebutnya dengan vertikal football.

Apa yang telah diperlihatkan Chelsea dalam memberikan perlawanan kepada Manchester City merupakan contoh terkini.

Di mana pemain dengan kekuatan fisik yang sangat baik telah menenggelamkan aspek teknis dari para pemain bertalenta.

Ironisnya, Josep Guardiola justru tidak melihatnya sebagai ancaman. Dia tetap saja membuat "kejutan" tanpa menempatkan pelindung di lini tengah, tanpa gelandang bertahan.

Keputusan tersebut membuat Manchester City kesulitan, khususnya dalam mengatasi serangan balik yang cepat dan masif.

Dalam fase bertahan, The Citizens pun akhirnya mengalami kesulitan dalam setiap transisi.

Yang membuat situasi lebih buruk, lini depan atau barisan depan timnya tidak mampu memberikan ancaman bagi pertahanan The Blues.

Fakta tersebut terlihat dari statistik yang diperlihatkan Besoccer bahwa Manchester City, sepanjang pertandingan final tersebut, hanya mampu melepaskna satu tembakan yang berhasil ke arah gawang.

Pep Guardiola menerima medali perak setelah Manchester City kalah dari Chelsea di final Liga Champions, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB.
Pep Guardiola menerima medali perak setelah Manchester City kalah dari Chelsea di final Liga Champions, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB. (Twitter ManCity)

Bahkan, pada babak kedua, Manchester City ironisnya justru tidak mampu melepaskan satu tembakan.

Statistik memperlihatkan bahwa Manchester City memang berhasil mmberikan 65 persen penguasaan bola namun semuanya berhasil diatasi para pemain bertahan Chelsea.

Sedangkan 35 persen sisanya adalah bagian yang diambil Chelsea dengan melakukan ancaman yang kerap merepotkan.

Menurut statistik UEFA pula, Manchester City mampu melepaskan 617 operan dengan 538 di antaranya berhasil.

Namun, sisa dari angka tersebut merupakan momen kehilangan bola yang mampu dimanfaatkan Chelsea menjadi ancaman dalam strategi serangan balik.

Situasi tersebut juga sebelumnya terjadi saat lawan Lyon pada musim lalu. Atau ketika disingkirkan Tottenham Hotspur, Monaco, bahkan oleh Real Madrid.

Lawan dengan permainan cepat telah membuatnya menderita selama 10 tahun terakhir ini.

Filosofi yang pernah digunakannya saat membawa Barcelona meraih dua gelar Liga Champions kini telah mendapat respons dari para rival. Dan, itu sangat melukainya.

Kegagalan Pep Guardiola di Liga Champions

Bayern Munchen
2013-2014 Semifinal
Real Madrid 1-0 Bayern Munchen
Bayern Munchen 0-4 Real Madrid

2014-2015 Semifinal
Barcelona 3-0 Bayern Munchen
Bayern Munchen 3-2 Barcelona

2015-2016 Semifinal
Atletico Madrid 1-0 Bayern Munchen
Bayern Munchen 2-1 Atletico Madrid

Manchester City
2016-2017 16 Besar
Man. City 5-3 Monaco
Monaco 3-1 Man. City

2017-2018 Perempat final
Liverpool 3-0 Man. City
Man. City 1-2 Liverpool

2018-2019 Perempat final
Tottenham 1-0 Man. City
Man. City 4-3 Tottenham

2019-2020 Perempat final
Man. City 1-3 Lyon

2020-2021 Final
Man. City 0-1 Chelsea

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Manchester City lainnya:

Pep Guardiola Jelaskan Alasan Man City Tidak Gunakan Gelandang Bertahan di Final Liga Champions

VIDEO: Pep Guardiola Janji Bawa Manchester City ke Final Liga Champions Lagi

Pep Guardiola: Manchester City Kalah, tapi Ini Musim yang Luar Biasa

  • Sumber: as.com
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Liga Champions

    Minggu, 30 Mei 2021

    Sebelum N'Golo Kante, Ini 5 Gelandang Peraih Man of The Match di Final Liga Champions

    N'Golo Kante tampil mencuri perhatian pada laga final Liga Champions antara Manchester City vs Chelsea.

    Liga Champions

    Minggu, 30 Mei 2021

    Kisah Thomas Tuchel Membuat Keajaiban dalam 157 Hari

    Thomas Tuchel mampu mengubah kariernya dari terpuruk menjadi sosok yang membawa Chelsea juara Liga Champions.

    Liga Champions

    Minggu, 30 Mei 2021

    Chelsea Juara Liga Champions, Thiago Silva Berharap PSG Segera Menyusul

    Bek, Thiago Silva, berhasil menjuarai Liga Champions 2020-2021 usai Chelsea mengalahkan Manchester City.

    Terbaru

    Liga Champions

    Rabu, 16 Juni 2021

    Belum Mundur dari European Super League, Juventus, Real Madrid dan Barcelona Tetap di Liga Champions

    Juventus, Real Madrid, dan Barcelona menjadi tiga klub besar Eropa yang memutuskan untuk tidak mengundurkan diri dari liga baru, European Super League.

    Liga Champions

    Selasa, 15 Juni 2021

    VIDEO: Carlo Ancelotti Nyanyikan Anthem Real Madrid Usai Sabet La Decima

    Carlo Ancelotti menyanyikan anthem Los Blancos di hadapan para peman dan suporter.

    Liga Champions

    Minggu, 13 Juni 2021

    VIDEO: Nostalgia Gelar Liga Champions Pertama Real Madrid pada 65 Tahun Silam

    Real Madrid merupakan tim tersukses di Liga Champions dengan raihan 13 trofi.

    Liga Champions

    Jumat, 4 Juni 2021

    Sabet Liga Champions, Thomas Tuchel Langsung Diganjar Perpanjangan Kontrak

    Pelatih asal Jerman ini mengikat kerja sama hingga 2024.

    Liga Champions

    Senin, 31 Mei 2021

    VIDEO: Ekspresi Cesar Azpilicueta Jadi Kapten Chelsea saat Juarai Liga Champions

    Cesar Azpilicueta berbicara soal rasa bangganya mengangkat trofi Liga Champions sebagai kapten Chelsea.

    Liga Champions

    Senin, 31 Mei 2021

    Sabet Liga Champions Perdana, Rudiger Merasa Beruntung Tetap di Chelsea

    Anthony Rudiger hampir angkat kaki dari Chelsea pada Januari lalu karena tak mendapat tempat reguler.

    Liga Champions

    Minggu, 30 Mei 2021

    10 Tahun Josep Guardiola Setia kepada Filosofinya, Apa yang Salah

    Josep Guardiola tidak pernah lagi meraih gelar Liga Champions dalam 10 tahun terakhir.

    Liga Champions

    Minggu, 30 Mei 2021

    Kisah Thomas Tuchel Membuat Keajaiban dalam 157 Hari

    Thomas Tuchel mampu mengubah kariernya dari terpuruk menjadi sosok yang membawa Chelsea juara Liga Champions.

    Liga Champions

    Minggu, 30 Mei 2021

    Pep Guardiola Jelaskan Alasan Man City Tidak Gunakan Gelandang Bertahan di Final Liga Champions

    Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, membuat keputusan yang mengejutkan dengan tidak memainkan gelandang bertahan sejak awal pertandingan.

    Liga Champions

    Minggu, 30 Mei 2021

    Chelsea Juara Liga Champions, Thiago Silva Berharap PSG Segera Menyusul

    Bek, Thiago Silva, berhasil menjuarai Liga Champions 2020-2021 usai Chelsea mengalahkan Manchester City.
    X