10 Penembak Penalti Terburuk dalam Sejarah Liga Inggris, Ada Pogba dan Riyad Mahrez

12 Mei 2021, 23:55 WIB
Penulis: Irfan Sudrajat
Editor: Irfan Sudrajat
Gelandang Manchester United, Paul Pogba..
Gelandang Manchester United, Paul Pogba.. /(Twitter Manchester United)

  • Penalti masih membuat sejumlah pemain alergi karena banyak yang gagal.
  • Paul Pogba dan Riyad Mahrez ada dalam daftar 10 besar penembak penalti terburuk.
  • Pemain yang terburuk dalam penalti adalah mantan bintang Aston Villa yang kini sudah pensiun, Juan Pablo Angel.

SKOR.id - Ada penembak penalti yang mematikan di Liga Inggris tapi ada juga penembak penalti terburuk.

Bagi sejumlah pemain, lebih nyaman mencetak gol dengan bola berjalan ketimbang tampil sebagai eksekutor.

Kalau pun harus menjadi eksekutor, mereka melakukannya boleh jadi dengan setengah hati, karena tahu 99 persen penalti bisa berhasil tapi juga 99 persen gagal.

Salah satu pemain tersebut adalah Paul Pogba. Gelandang Manchester United ini memiliki persoalan jika menembak penalti.

Sedangkan di Manchester City ada Riyad Mahrez yang juga kerap gagal jika berhadapan dengan titik 12 pas.

Berikut adalah 10 penembak atau eksekutor terburuk dalam sejarah Liga Inggris, dan Paul Pogba serta Riyad Mahrez ada dalam daftar 10 besar penembak penalti paling buruk:

1. Juan Pablo Angel

Di posisi pertama ada Juan Pablo Angel. Bintang yang pernah memperkuat Aston Villa selama enam tahun.

Juan Pablo Angel bermain untuk Aston Villa antara 2001 hingga 2007. Selama itu dia telah mencetak 62 gol dari 205 laga.

Juan Pablo Angel saat masih aktif bermain, bersama Aston Villa.
Juan Pablo Angel saat masih aktif bermain, bersama Aston Villa. (Twitter Premier League Player)

Namun, soal penalti, Juan Pablo Angel bukanlah pemain yang lihai sebagai eksekutor, bahkan terburuk.

Dari 10 kesempatan penalti yang didapatnya di Liga Inggris, hanya 5 di antaranya yang menjadi gol. Persentase suksesnya dalam penalti hanya 50 persen.

2. Dwight Yorke

Pada masanya, Dwight Yorke adalah penyerang yang termasuk sukses di Liga Inggris, khususnya sebagai bagian dari Manchester United.

Dwight Yorke memiliki 10 kesempatan dalam mengeksekusi penalti dalam kariernya di Liga Inggris. Termasuk sedikit untuk ukuran seorang penyerang.

Namun, dari jumlah sedikit itu memperlihatkan bahwa Dwight Yorke memang bukan penembak penalti utama di timnya.

Dari 10 kesempatan tersebut, hanya enam di antaranya yang berhasil mencetak gol. Bahkan semua kesempatan tersebut ketika dirinya masih bermain di Aston Villa.

Dengan demikian, keberhasilannya dalam menembak penalti persentasenya rendah, hanya 60,0 persen.

3. Steed Malbranque

Steed Malbranque ada di peringkat ketiga dalam daftar. Pemain yang pernah memperkuat Fulham ini ketiga terburuk setelah hanya mencetak enam gol penalti dari 10 kesempatan.

Salah satu momen kegagalannya ketika menghadapi Manchester United yang memiliki kiper Fabian Barthez.

Pada laga 19 Oktober 2002 tersebut, Steed Malbranque tidak dapat menaklukkan Fabian Barthez sehingga laga berakhir 1-1.

Dengan demikian pula, persentase keberhasilannya juga hanya mencapai 60,0 persen.

4. Kevin Phillips

Nama Kevin Phillips lebih dikenal di Sunderland. Mantan pemain timnas Inggris yang memiliki rapor 282 gol dari 660 laga di semua ajang dan level kompetisi.

Namun, dalam soal penalti, Kevin Phillips merupakan keempat terburuk dalam sejarah Liga Inggris.

Betapa tidak, dari 18 kesempatan penalti, hanya 11 yang berhasil dijadikan gol. Persentase suksesnya dalam penalti pun cuma 61,1 persen.

5. Riyad Mahrez

Di tempat kelima, ternyata ada bintang Manchester City, yang musim ini baru meraih gelar Liga Inggris.

Riyad Mahrez bukanlah tipikal peman yang percaya diri saat berhadapan satu lawan satu dalam situasi penalti.

Riyad Mahrez mencetak gol untuk Manchester City ke gawang Borussia Dortmund.
Riyad Mahrez mencetak gol untuk Manchester City ke gawang Borussia Dortmund. (Twitter.com/ChampionsLeague)

Asumsi tersebut dapat dilihat dari statistiknya. Mahrez total memiliki 12 kesempatan mencetak gol dari penalti, termasuk saat masih di Leicester City.

Dari semua kesempatan tersebut, hanya tujuh di antaranya yang berhasil menjadi gol, atau persentase suksesnya cuma 58 persen.

6. Paul Pogba

Gelandang Manchester United ini memiliki 11 kesempatan menembak penalti. Namun, ternyata, hanya 7 gol yang bisa diciptakan dari deretan kesempatan tersebut.

Dengan demikian, ada empat kali di mana gelandang asal Prancis ini gagal sebagai eksekutor.

Kegagalan terakhirnya mencetak gol dari penalti terjadi saat Manchester United menghadapi Wolverhampton Wanderers pada 19 Agustus 2019.

Ketika itu, Manchester United harus puas dengan hasil imbang 1-1.

Dia juga gagal ketika menghadapi Southampton pada 2 Maret 2019, lalu sebelumnya lawan Aston Villa pada 28 Oktober 2018, dan gagal pada laga 2 September 2018 saat menghadapi Burnley.

Persentase sukses Paul Pogba dalam penalti hanya mencapai 63,6 persen.

7. Michael Owen

Michael Owen salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki Liverpool dan juga Newcastle United, serta timnas Inggris.

Kepercayaan kepada Michael Owen sangat besar, termasuk dalam mengeksekusi penalti. Tapi, ternyata, statistik memperlihatkan bahwa Michael Owen tidak sepenuhnya bisa menjadi penembak penalti terbaik.

Michael Owen saat masih berseragam Liverpool.
Michael Owen saat masih berseragam Liverpool.

Buktinya, dari 21 kali sebagai eksekutor penalti, hanya 13 di antaranya yang menjadi gol. Rapor itu membuatnya masuk dalam 10 besar penembak penalti terburuk.

Sukses Michael Owen dalam mencetak gol dari penalti hanya 66,7 persen.

8. Christian Benteke

Christian Benteke, bintang Crystal Palace, dalam kariernya di Liga Inggris mendapatkan 15 kali sebagai penembak penalti.

Meski demikian, Christian Benteke tidak mampu memanfaatkan semuanya menjadi gol. Bahkan, Christian Benteke termasuk yang terburuk.

Dari 15 kesempatan penalti itu, hanya 10 di antaranya yang menjadi gol. Persentase suksesnya pun sama seperti Michael Owen, 66,7 persen.

Christian Benteke (kanan) merayakan pesta gol Crystal Palace ke gawang West Bromwich, Minggu (6/12/2020).
Christian Benteke (kanan) merayakan pesta gol Crystal Palace ke gawang West Bromwich, Minggu (6/12/2020). (Crystal Palace/Twitter)

9. Wayne Rooney

Wayne Rooney pun masuk dalam kategori ini. Mantan bintang Everton dan Manchester United ini menjadi salah satu tumpuan timnya sebagai eksekutor.

Tapi, ternyata, Wayne Rooney bukanlah penembak penalti yang baik. Ada total 34 kesempatan menembak penalti.

Namun, dari total 34 kesempatan tersebut, cuma 23 penalti yang menjadi gol. Persentase sukses Wayne Rooney dalam eksekusi penalti mencapai 67,6 persen.

10. Teddy Sheringham

Ya, Teddy Sheringham ada di posisi kesepuluh. Mantan bintang Tottenham Hotspur dan Manchester United ini, melepaskan 31 tembakan penalti dalam kariernya di Liga Inggris.

Dari jumlah itu pula, Teddy Sheringham hanya mencetak 21 gol. Jumlah tersebut membuat persentasenya dalam mencetak gol dari penalti mencapai 67,7 persen.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Liga Inggris Lainnya:

Galau, Conor McGregor Bingung Pilih Beli Manchester United atau Celtic FC

3 Penyerang Diprediksi Tinggalkan Manchester United Musim Ini

  • Sumber: Opta
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Liga Inggris

    Rabu, 12 Mei 2021

    VIDEO: Jelang Chelsea vs Arsenal, Thomas Tuchel Sanjung Edouard Mendy

    Berikut ini merupakan video wawancara pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, yang memuji kiper Edouard Mendy.

    Bola Internasional

    Rabu, 12 Mei 2021

    Setelah Messi, Neymar Ajak Cristiano Ronaldo ke Paris Saint-Germain

    Bintang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar, mengungkapkan ingin bermain bersama Cristiano Ronaldo.

    Liga Inggris

    Rabu, 12 Mei 2021

    Eks Pemain Persib Dukung Chelsea Juara Liga Inggris pada Musim Depan

    Mantan pemain Persib Bandung, Michael Essien, mendukung Chelsea meraih gelar Liga Inggris bersama Thomas Tuchel pada musim depan.

    Terbaru

    Liga Inggris

    Jumat, 18 Juni 2021

    Fernandinho Bakal Dapat Kontrak Setahun Lagi di Manchester City

    Fernandinho kabarnya bakal mendapatkan kontrak setahun lagi di Manchester City.

    Liga Inggris

    Jumat, 18 Juni 2021

    Ashley Cole: Romelu Lukaku Tidak Dihargai Penggemar Chelsea

    Ashley Cole mengungkapkan bahwa Romelu Lukaku tidak mendapat dukungan dari fans saat berseragam Chelsea.

    Liga Inggris

    Jumat, 18 Juni 2021

    Ferdinand Sebut Penyebab Kegagalan Memphis Depay di Manchester United

    Rio Ferdinand mencoba mengungkap penyebab sang pemain gagal bersama Setan Merah.

    Liga Inggris

    Jumat, 18 Juni 2021

    Pembicaraan Tottenham Hotspur-Paulo Fonseca Kolaps, Gennaro Gattuso Merapat

    Gennaro Gattuso diisukan sebagai kandidat terkuat pelatih Tottenham Hotspur setelah pembicaraan antara klub dengan Paulo Fonseca terhenti.

    Liga Inggris

    Kamis, 17 Juni 2021

    Dalam 17 Hari, Chelsea Ketiban Rejeki Nomplok Rp458 Miliar

    Hanya dalam waktu 17 hari, Chelsea mendapat kabar baik. Mereka bakal lekas mendapat rejeni nompol sebesar 40 juta pounds (Rp806 miliar).

    Liga Inggris

    Rabu, 16 Juni 2021

    Jadwal Liga Inggris 2021-2022 Dirilis, Dibuka Laga Klasik Manchester United

    Premier League resmi mengumumkan jadwal pertandingan kompetisi Liga Inggris musim 2021-2022.

    Liga Inggris

    Rabu, 16 Juni 2021

    VIDEO: Wawancara Fabio Paratici usai Resmi Gabung Tottenham Hotspur

    Fabio Paratici mengutarakan kebahagiaan dan antusiasmenya usai ditunjuk sebagai direktur sepak bola Tottenham Hotspur.

    Liga Inggris

    Rabu, 16 Juni 2021

    Bek Terbaik di Dunia versi Jose Mourinho Ada di Liga Inggris

    Pelatih kondang, Jose Mourinho, memiliki penilaian tentang bek terbaik di dunia saat ini.

    Liga Inggris

    Selasa, 15 Juni 2021

    Ole Gunnar Solskjaer Terkejut, Pemainnya Lebih Cinta AC Milan

    Ole Gunnar Solskjaer dikabarkan tengah terkejut dengan keputusan yang dibuat pemainnya.

    Liga Inggris

    Selasa, 15 Juni 2021

    Raheem Sterling Sudah Ambil Sikap soal Minat Barcelona

    Bintang Manchester City, Raheem Sterling, dikabarkan sudah mengambil sikap, terutama tentang minat Barcelona.
    X